Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 14:34 WIB

Peran e-Commerce Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengapresiasi hadirnya marketplace-marketplace digital atau e-commerce yang tumbuh subur di Indonesia. Menurutnya kehadiran marketplace tersebut turut mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Dia bilang, e-commerce telah menjadi kebutuhan di Indonesia. Kebutuhan tersebut memicu tumbuhnya para pelaku ekonomi baru di Indonesia, termasuk yang bergerak dalam ekonomi kreatif untuk membantu memasarkan produknya lebih luas lagi.

"Jadi daya ungkitnya cepat dan kencang. Akselerasi kita kalau nggak ada marketplace, nggak bisa. Ini gara-gara marketplace yang juga gencar sekali memberikan kemudahan-kemudahan insentif kepada konsumen dan membuat kita semua ketagihan," katanya saat ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali, seperti ditulis Jumat (9/11/2018).


"Dulu waktu ada marketplace, mikirnya ngapain sih belanja online. Enakan jalan-jalan. Tapi terus ditingkatkan servisnya, kemudahannya, akhirnya menyerah juga konsumen kan," tambahnya.

Salah satu marketplace yang tengah populer di Indonesia adalah Shopee. Di platform yang disediakan oleh e-commerce tersebut banyak menjual produk dari Usaha Kecil Menengah (UKM) buatan dalam negeri yang bahan bakunya juga berasal dari Indonesia.

Di Shopee sendiri, jenis produk yang paling laku dijual adalah fesyen, di mana 80% di dalamnya merupakan usaha milik UKM.


Head of Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan produk-produk dari UMKM tersebut bahkan digemari oleh banyak orang. Hal tersebut terbukti dari pertumbuhan penjualan produk fesyen dan kuliner yang mereka hadirkan lewat program Kreasi Nusantara.

"Ketika kita naikkan kreasi nusantara, memang fesyen dan kuliner kuat sekali. Dan begitu kita push, waktu tiga bulan pertama, dia naik tiga kali. Tapi sekarang sudah naik hampir 10 kali order per harinya. Jadi memang sebenarnya sangat sale able, tapi aksesnya nggak banyak. PR nya juga nggak banyak, karena produknya sudah bagus dan demand-nya memang ada," ucapnya dalam kesempatan yang sama. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed