Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 15:02 WIB

Boeing Terbitkan Panduan Keamanan untuk Pesawat B 737 MAX 8

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta - Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat Boeing 737 MAX 8.

Buletin ini diterbitkan menyusul terjadinya kecelakaan yang menimpa pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air pada rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang dengan nomor badan pesawat PK-LQP.

Buletin panduan operasional untuk kru 737 MAX 8 ini diterbitkan oleh Boeing dan FAA, berdasarkan fakta awal yang ditemukan oleh KNKT dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Lion Air.
Boeing Terbitkan Panduan Keamanan untuk Pesawat Boeing 737 Max 8Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis

Menurut KNKT, Lion Air PK-LQP mengalami pembacaan data Angle of Attack (AoA) yang berubah-ubah (kacau) sesaat sebelum jatuh.

Dalam buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018, Boeing menulis laporan berjudul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only.

Kurang lebih artinya adalah, pergerakan tak diinginkan pada moncong pesawat yang turun akibat kacaunya pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) pada mekanisme Stabilizer Trim saat terbang manual.

Angle of Attack adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong) pesawat dengan arah gerak pesawat. Misalnya saat saat mendarat, pesawat membutuhkan Angle of Attack tinggi, hidung naik ke atas sembari menurunkan ketinggian.

Data dari sensor yang membaca AoA ini salah satunya digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi kehilangan daya angkat atau stall.

Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, maka komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar, sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga kecepatan terbang akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall.

Stabilizer trim bisa digunakan untuk membuat horizontal stabilizer pesawat (sayap kecil di ekor) berputar. Arah perputaran horizontal stabilizer ini (naik atau turun) bisa mengubah posisi hidung pesawat naik atau turun.

Rekomendasi keamanan ini bisa jadi indikasi seperti apa kerusakan pesawat B737 MAX 8 Lion Air registrasi PK-LQP itu, sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018) lalu.

Menurut temuan awal KNKT, berdasarkan catatan kerusakan di pesawat 737 MAX 8 PK-LQP sebelum-sebelumnya, sensor yang kacau ini menyebabkan sejumlah indikator kerusakan pesawat di kokpit menyala.

Jenis indikator kerusakan yang bisa menyala, menurut buletin dari Boeing tersebut, antara lain indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS DISAGREE), ketinggian yang berbeda (ALT DISAGREE), dan tekanan diferensial hidrolik yang berlebihan di komputer elevator 115 (FEEL DIFF PRESS). (dna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed