Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 18:13 WIB

Sri Mulyani Merapat ke Kantor Darmin Bahas Devisa Hasil Ekspor

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sore ini kembali mengumpulkan menteri sektor ekonomi dan pejabat Bank Indonesia (BI) di kantornya.

Darmin akan kembali memimpin rapat koordinasi (rakor) devisa hasil ekspor (DHE). DHE sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan defisit transaksi berjalan (CAD).

"Iya kita akan rakor, ada dua, yang sore ini soal DHE, satunya lagi fasilitas pajak," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/11/2018).


Turut hadir, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Gubernur Bank Indonesia yang diwakili oleh Kepala Departemen Kebijakan Moneter, dan beberapa pajabat eselon I Kementerian Keuangan seperti Kepala BKF Suahasil Nazara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.

Diketahui BI merilis data defisit transaksi berjalan kuartal III-2018 tercatat US$ 8,8 miliar atau 3,37% dari produk domestik bruto (PDB). Meningkatnya defisit ini disebut sejalan dengan menguatnya permintaan domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan dengan perkembangan tersebut secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga kuartal III-2018 tercatat 2,86% dan masih berada dalam batas aman.


Dia menjelaskan peningkatan defisit neraca transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa. Penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas, sementara peningkatan surplus neraca perdagangan barang nonmigas relatif terbatas akibat tingginya impor karena kuatnya permintaan domestik.

Peningkatan defisit neraca perdagangan migas terjadi seiring dengan meningkatnya impor minyak di tengah naiknya harga minyak dunia. Defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat juga bersumber dari naiknya defisit neraca jasa, khususnya jasa transportasi, sejalan dengan peningkatan impor barang dan pelaksanaan kegiatan ibadah haji. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed