Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 19:33 WIB

Defisit Transaksi Melebar, Sri Mulyani: Barang Impor Meningkat

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Ardan Adhi Chandra Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis data defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal III-2018 tercatat US$ 8,8 miliar atau 3,37% dari produk domestik bruto (PDB). Meningkatnya defisit ini disebut sejalan dengan menguatnya permintaan domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, melebarnya defisit transaksi berjalan di kuartal III-2018 karena dampak ekonomi Indonesia yang terus bertumbuh.

"Ya makanya kita akan terus lihat, kan kebutuhan ekonominya ternyata juga sangat meningkat, di satu sisi kita senang bahwa pertumbuhan ekonomi kita tinggi tapi konsekuensinya permintaan barang-barang impor juga meningkat," kata Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).


Untuk menekan defisit transaksi berjalan, kata Sri Mulyani, pemerintah akan terus melakukan kajian dan mencari titik fleksibilitas yang terjadi pada perekonomian.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan kajian yang dilakukan pemerintah bagaimana pertumbuhan ekonomi tidak menjadi korban defisit transaksi berjalan.

"Di dalam hal ini kita mencari keseimbangan hati-hati, oleh karena itu kita tiap bulan akan review statistiknya, bagaimana permintaan barang impor baik migas maupun non migas," ungkap dia.

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed