Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 20:16 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Kurikulum Mau Diubah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi. Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran terbanyak pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk mengatasi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana untuk merombak kurikulum SMK.

Darmin mengungkapkan rencana tersebut dilakukan agar sumber daya manusia (SDM) saat ini memiliki kualitas yang lebih baik. Sebab ia menilai saat ini masih banyak lulusan SMK yang memiliki kemampuan rendah, bahkan tak sesuai standar.

Maka dari itu, ia juga akan meminta dunia industri membuka peluang magang yang sesuai dengan standar kerja, agar lulusan SMK bisamemiliki kemampuan.

"Jadi kurikulum harus kita review ulang, bukan hanya praktik tetapi magang juga jadi harus kerja sama dengan dunia usaha, industri. Kalau nggak ada, itu mau ditaruh-taruh saja, nanti dibikin tukang fotokopi lagi. Jadi kerja sama harus jelas, belum lagi pengajarnya jadi kurikulum mesti diubah," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/11/2018).


Selain itu, ia juga meminta kepada kepala daerah, khususnya gubernur untuk segera memfokuskan bidang vokasi apa yang mau dikembangkan. Darmin meminta agar ada tiga bidang yang diutamakan untuk kemudian diidentifikasi dengan sekolahnya.

"Jadi tadi kita minta coba lah dua sampai tiga bidang apa prioritas di tempat kamu. Kalau agribisnis apa? Kalau kopi, ya kopi, kalau tumbuhan horti tertentu ya tertentu, kalau industri apa. Jadi kita minta mereka memutuskan tiga bidang prioritas mereka masing-masing terus diidentifikasi dan dilihat SMK apa saja yang mau ikut," jelas dia.

Sementara itu, pemerintah sendiri telah meningkatkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan vokasi menjadi Rp 26 triliun atau naik Rp 2,37 triliun dari tahun sebelumnya.

"Itu kita kan mau tahun depan (program vokasi) itu kan sudah sebagai dirancang, kan APBN-nya sudah dirancang untuk mendorong vokasi. Kita sudah harus memperbaiki kualitas SDM kita," pungkas dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed