Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 21:00 WIB

Masalah Kurang Pakan Selesai Jika Bulog Serap 200.000 Ton Jagung

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Panen jagung/Foto: Agung Pambudhy Panen jagung/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Perum Bulog menyerap jagung lokal 200 ribu ton agar tidak ada kekosongan stok di gudang. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Ketut Diarmita mengatakan jika Bulog memiliki stok jagung 200 ribu ton maka masalah kekurangan pakan ternak selesai.

Di sisi lain Perum Bulog sudah ditugaskan menyerap jagung berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016 tentang penugasan kepada Bulog dalam rangka ketahanan pangan.


"Petani ini kalah bersaing dengan ijon. Jadi petani beli di mana? Kalau Bulog bisa beli, intervensi atau simpan misalnya 200 ribu ton untuk cadangan itu kekurangan pakan selesai. Itu saya usulkan," jelas Ketut dalam diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).

Sementara itu Kementan memprediksi produksi jagung produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta pipilan kering (PK). Sementara itu untuk luas panen per tahun naik 11,06% dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42% (data BPS).


Sementara dari sisi kebutuhan, berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, kebutuhan jagung tahun ini diperkirakan sebesar 15, 5 juta ton PK, terdiri dari: pakan ternak sebesar 7,76 juta ton PK, peternak mandiri 2,52 juta ton PK, untuk benih 120.000 ton PK, dan industri pangan 4,76juta ton PK. Prediksi Kementan akhir tahun ini bakal surplus jagung 12,98 juta ton.

Yang jelas gudang-gudang Bulog belum terisi jagung. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan saat ini pasokan jagung ke gudang Bulog kosong.

"Sekarang kosong, nggak ada (jagung) di gudang," kata Tri kepada detikFinance. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed