Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 12:56 WIB

Sering Kena Sanksi Karena Delay, Lion Air Nggak Kapok?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Terkenal tukang delay, Lion Air kerap kali diperingatkan untuk terus meningkatkan ketepatan waktu. Hal tersebut dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Lantas apakah Lion Air sudah melakukan perbaikan?

"Kalau dibilang tidak ada perubahan signifikan sebenarnya terjadi. Jadi ingat waktu saya masih ada (masih bekerja) di Angkasa Pura II itu terjadi, (Lion Air) nggak dibayar refund-nya kita selesaikan. Nah sejak saat itu kita lakukan pembinaan jadi ukurannya gampang, ontime perform. Jadi ontime perfomer-nya naik, dia memang bukan nomor satu tapi dia bukan ranking bawah," jelas Budi kepada detikFinance dalam wawancara khusus di Rumah Dinasnya Jalan Widya Chandra IV Nomor 19, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).


Ia menjelaskan, peningkatan untuk perbaikan ketepatan waktu Lion Air memiliki perkembangan yang baik. Karena perkembangan tersebut belum secara keseluruhan, karena Lion menangani 52% aktivitas penerbangan nasional.

"Itu dari populasi yang banyak banget, dari 52%. Jadi memang tampaknya Lion Air lebih ter-expose dibandingkan yang lain. Padahal yang lain (di bawah Lion) juga ada," ujar dia.

Budi Karya menjelaskan, di awal tahun 2018 Indonesia mendapatkan penghargaan untuk tingkat keselamatan penerbangan dari Civil Aviation Organization (ICAO) dan beberapa penghargaan lainnya.

"Sebenarnya, penerbangan nasional ini sedang kita bina untuk kita tingkatkan. Untuk ditingkatkan safety, pelayanan dan sebagainya. Ada bukti ada endorsement pada awal tahun ini ada tiga yang satu hasil evaluasi tentang safety baik itu (salah satunya) dari ICAO. Lion dengan 52% coverage bagian yang di nilai dan kenaikannya itu signifikan," jelas dia.

Ia mengatakan, sebelum kejadian jatuhnya pesawat Lion JT610 Lion sudah melakukan perbaikan sesuai dengan masukan-masukan yang dikirimkan pada pihak internal maskapai.

"Jadi saya tidak mengatakan, Lion yang improve dan ini kan semuanya sedang dilihat kan. Semuanya membaik, Lion juga membaik. Secara nasional ini safety kita membaik. Jadi kejadian itu saya memang agak kaget, di tengah-tengah ini kok ada kejadian yang seperti ini," ujar dia.


Budi Karya menjelaskan, setelah jatuhnya pesawat JT 610 pihaknya berdiskusi dengan pihak komite keselamatan transportasi (KNKT) Indonesia dan Amerika untuk membahas apa yang akan dilakukan setelah kecelakaan ini pada Lion Air.

"Jadi oleh karena itu kita lakukan diskusi-diskusi yang akan dilakukan oleh KNKT ada Boeing di sini ada NTSB, itu KNKT-nya Amerika di sini. Mereka lagi diskusi, sebenarnya apa yang akan direkomendasikan," papar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com