Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 14:21 WIB

Penerbangan Murah, Picu Maraknya Kecelakaan Pesawat?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penerbangan Low Cost Carrier (LCC) atau perjalanan murah belakangan santer terdengar menjadi salah satu pemicu tingkat keselamatan transportasi udara menjadi kendor.

Bicara mengenai hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penerbangan murah bukan jadi masalah yang menyebabkan maraknya kecelakaan pesawat di dalam negeri.

"Sebenarnya kalau dibilang pasca penerbangan murah itu nggak, kita itu dari 2016 sampai sekarang itu tidak. Apa lagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain tidak ada kecelakaan yang serius ya," jelas dia kepada detikFinance dalam wawancara khusus di Rumah Dinasnya Jalan Widya Chandra IV Nomor 19, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).


Ia menjelaskan, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tingkat keselamatan penerbangan zaman dahulu. Terutama di kawasan Papua, tingkat keselamatan penerbangan di tanah Papua belakangan ini jauh lebih aman dibandingkan dahulu.

"Apalagi kalau kita bicara di Papua, dulu itu di sana kecelakaan seperti minum kopi setiap minggu ada kecelakaan, sekarang kan udah nggak ada," kata dia.


Ia menjelaskan, pihaknya sejak beberapa tahun terakhir sudah melakukan perbaikan yang signifikan terkait peningkatan keselamatan.

"Sebenarnya satu setengah tahun kemarin kita berhasil melakukan suatu perbaikan yang signifikan. Nah ini memang menjadi suatu pelajaran yang harus kita kaji lagi bagaimana kita menghadapi masalah ini," jelas dia.


Tonton juga 'Benarkah Tarif Penerbangan Murah Pengaruhi Aspek Keselamatan?':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com