Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 18:34 WIB

Izin Terbit, 100.000 Ton Jagung Brasil dan Argentina Masuk RI

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi impor jagung/Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis Ilustrasi impor jagung/Foto: Andhika Akbarayansyah/Tim Infografis
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan surat persetujuan impor (PI) jagung 100.000 ton. Impor jagung ini merupakan rekomendasi dari Kementerian Pertanian yang diputuskan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2/11/2018).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengatakan persetujuan impor tersebut telah dikeluarkan sejak 16 November November.


"Sudah keluar 16 November kemarin ya 100.000 ton," kata Oke di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Oke menjelaskan impor jagung berasal dari Argentina dan Brasil, dan diperkirakan akan memakan waktu hingga 40 hari perjalanan menuju Indonesia.


"Dari Argentina sama Brasil. Kalau saya sih memperkirakan pengiriman itu 30-40 hari ya kalau melalui laut," papar dia.

Sebelumnya Sebelumnya Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bacthiar, mengatakan tender tersebut telah dibuka. Adapun pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sebanyak 70 ribu ton dan kemudian 30 ribu ton.

"Kita sudah buka tender dan pemasukannya bertahap. 70 ribu ton kemudian 30 ribu ton selanjutnya Insya Allah," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Atung, mengatakan pasokan jagung impor paling lambat harus masuk di Januari karena diprediksi bahan baku jagung untuk pakan ternak menipis saat itu.

"Titik krusial itu awal Januari karena panen masih lama, awal Februari itu baru panen. Kalau datang Februari baru bermasalah karena prediksi kan itu panen raya. Kalau awal Januari (masuk impor) masih nggak kenapa karena di kita pun masih sedikit," kata Atung kepada detikFinance, Senin (19/11/2018).


Atung menambahkan harga jagung saat ini berada di kisaran Rp 5.700-Rp 5.800/kilogram (kg), padahal sebelumnya seharga Rp 4.000-an/kg, dan diprediksi di akhir tahun akan tambah naik lagi.

"Prediksi di akhir tahun bisa Rp 6.000 per kg," kata Atung.


Tonton juga 'BPK Sentil Kemendag Terkait Izin Impor Beras':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed