Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Nov 2018 21:40 WIB

Gara-gara Macet di Tol Japek, Biaya BBM Truk Naik hingga 10%

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Macet tol Jakarta CikampekFoto: Agung Pambudhy Macet tol Jakarta CikampekFoto: Agung Pambudhy
Jakarta - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman mengatakan para anggota Aptrindo menambah biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar setahun terakhir. Ini dilakukan karena macet parah yang terjadi di tol Jakarta-Cikampek (Japek)

Kemacetan dipicu proyek LRT Jabodebek dan tol layang Japek atau tol Japek II digarap bersamaan.

"Para supir supir itu karena mereka akan mengalami peningkatan uang jalan solarnya. Kalau dari sisi solarnya mungkin (konsumsinya naik) di antara 5-10%," ujar Kyatmaja kepada detikFinance, Jumat (30/11/2019).


Dia mencontohkan truk besar yang biasa mengangkut barang dari Cikarang ke Jakarta dengan perkiraan jarak 50 kilometer membutuhkan sekitar 25 liter solar. Jika terjebak macet maka konsumsi solar bertambah sekitar 5 liter.

Jika konsumsi solar bertambah 5 liter karena macet di Japek maka total konsumsi BBM 30 liter. Dengan harga solar Rp 5.150/liter, maka biaya yang dikeluarkan untuk BBM untuk rute Cikarang-Jakarta sebesar Rp 154.500.


Selain boros bensin, Kyatmaja mengatakan macet juga membuat truk mudah rusak karena perjalanan tersendat.

"Kalau waktu jelas kan kalau waktu kan merugikan truk dari segi utilitas ya tapi kalau konsumsi BBM juga kan meningkat kan polusi juga naik. Kemudian kan mobil kita jadi cepat rusak katena stop and go, stop and go itu faktor-faktor yang nggak kelihatan," kata dia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com