Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Des 2018 11:58 WIB

Bicara Inovasi Teknologi, Luhut: Indonesia Sangat Jauh di Belakang

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara/detikcom Foto: Yulida Medistiara/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai Indonesia jauh tertinggal dari negara lain soal inovasi teknologi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Luhut, selama ini Indonesia masih sibuk dengan hal hal yang tidak penting. Indonesia harus mulai melakukan loncatan guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Hal itu dia sampaikan dalam acara Dewan Riset Nasional membahas 'Pembangunan Berbasis Inovasi di Era Industri 4.0'.

"Sekarang Indonesia saya pikir sangat jauh di belakang. Harus ada locatan katak untuk kita bisa mengejar. Kita masih berkutat menyangkut istilah inovasi, orang sudah ke langit ke 7. Kadang kita masih asik berkelahi bicara perbedaan. Orang sudah bicara (inovasi) 4G," kata Luhut di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Bahkan Luhut menilai selama ini Indonesia tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pemerataan pembangunan teknologi.


Mulai tahun depan, lanjut Luhut, pemerintah akan mulai memberi perhatian lebih dalam mengembangkan inovasi teknologi.

"Belasan tahun kita kurang memerhatikan pemerataan teknologi. Kenapa? karena kita tidak pernah effort membangun itu. Kita tahun depan mulai, Presiden (Joko Widodo) bilang soal human capital. Kita siapkan training, perubahan mindset dan gimana membuat revolusi 4.0 teknologi," jelasnya.

Diharapkan, dengan membaiknya inovasi teknologi, Indonesia bisa melepas ketergantungan terhadap teknologi dari negara lain.

"Republik ini asyik ngomong perbedaan saja. Habis energi bicara perbedaan. Masa kita mau diperbudak orang lain. Orang sudah fokus ke situ, ke 4G. 4G itu dampaknya sangat luar biasa," tambah Luhut.




Tonton juga 'Peran Pemerintah dalam Memfasilitasi Masyarakat dengan Teknologi':

[Gambas:Video 20detik]

Bicara Inovasi Teknologi, Luhut: Indonesia Sangat Jauh di Belakang
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed