Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Des 2018 07:17 WIB

Adakah Negara yang Bisa Bangun Infrastruktur Tanpa Berutang?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi menilai pembangunan infrastruktur bisa dilakukan tanpa berutang. Adakah negara lain yang bisa membangun infrastruktur tanpa berutang?

Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menerangkan sejatinya pembangunan infrastruktur selalu membebani dalam porstur belanja dan pendapatan negara manapun. Jika potensi penerimaan negara itu kurang, maka berutang menjadi jalan yang dipilih.

"Saya kira hampir semua pemerintah menggunakan penerimaan pajak dan mengeluarkan surat utang untuk nutup defisit. Pembangunan infrastruktur akan membuat belanja negara meningkat. Kalau penerimaan pajaknya tidak cukup ya harus pakai utang," ujarnya kepada detikFinance, Minggu (9/12/2018).


Menurut Lana, mungkin hanya dua negara yang begitu gencar membangun infrastruktur tapi minim berutang salah satunya China. Menurut data Reuters, dari Januari hingga September 2018 China sudah menghabiskan US$ 328 miliar atau setara Rp 4.723 triliun (kurs Rp 14.400).

Menurut Lana, China bisa membangun infrastruktur begitu besar lantaran cadangan devisanya yang juga begitu besar. Pada 2017 total cadangan devisa China mencapai US$ 3,14 triliun.

"China dari hasil investasi cadangan devisanya yang besar," terangnya.

Negara kedua, kata Lana mungkin Arab Saudi. Negara penghasil minyak itu bisa membangun infrastruktur dari hasil ekspor minyak dan pemasukan ibadah haji.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual. Menurutnya hanya negara-negara yang anggarannya sudah sehat yang bisa membangun banyak infrastruktur tanpa berutang.

"Eropa awalnya juga dibangun lewat utang. Mereka hancur karena perang dunia ke-2 lalu dibangun dengan utang juga. Ada program dari AS," ujarnya.


Meski begitu, David menilai utang merupakan jalan awal yang bisa dilakukan untuk membangun infrastruktur. Tahap selanjutnya mungkin bisa dilakukan dengan perombakan porsi anggaran dalam APBN dan meningkatkan peran swasta dalam membangun infrastruktur.



Tonton juga 'Eksklusif Menko Luhut: Utang, Infrastruktur, dan TKA China':

[Gambas:Video 20detik]

Adakah Negara yang Bisa Bangun Infrastruktur Tanpa Berutang?
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed