Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Jan 2019 13:07 WIB

Tren Bisnis Merangkai Kata

Minat Pesan Rangkaian Kata? Ini Harganya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Fenomena bisnis rangkai kata sedang populer dibicarakan di media sosial. Bisnis ini memberikan jasa perangkaian kata untuk berupa caption, ucapan, ataupun pesan untuk diunggah di media sosial.

Zarry Hendrik, seorang penulis yang juga populer di media sosial Twitter menginisiasi bisnis ini. Dengan memanfaatkan kreativitasnya, Zarry berhasil membuat sebuah bisnis baru yang terlihat sepele namun menjanjikan.

Bagaimana tidak menjanjikan? Menurut pengakuan pria yang sering disapa Bang Jep ini, dari jasa merangkai kata saja dirinya telah mencatatkan pemasukan hingga Rp 40 juta. Memang berapa sih ongkos untuk sekali pesan rangkaian kata?

Menurut pengakuan Zarry, dia memberikan rentang harga Rp 50 hingga Rp 500 ribu per satu rangkaian kata baik caption maupun pesan pribadi. Harga tersebut masih bisa disesuaikan dengan permintaan dari kliennya.

"Harga normal reguler caption itu Rp 50 ribu buat personal. Nah kalau yang paket kilat-kilat itu bisa sampai di atas Rp 50 ribu, saya patokin bikin caption itu 7 hari harga normal, minta 3 hari harga sudah beda (makin mahal), nah besoknya jadi apalagi, hari ini jadi waduh apalagi tuh," ungkap Zarry kepada detikFinance, Rabu (9/1/2019).


Menurut Zarry harga yang dipatok ini sudah sepadan dengan hasil yang dia berikan dia kepada kliennya. Dia juga mengatakan hingga kini belum ada keluhan mengenai harga.

"Ini sepadan sih, mungkin ada juga yang i dont know memang paham bikin ini nggak mudah butuh waktu butuh kopi butuh inspirasi butuh yang lain. Kadang ya saya yang nawar biar nggak mahal-mahal, karena ya mungkin mereka sudah terlalu urgent keperluannya, mungkin memang crazy rich netizen" kata Zarry.

Zarry juga mengatakan dirinya membuka permintaan merangkai kata untuk kebutuhan komersil, dia mematok harga Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per pesanan. Menurutnya, untuk kebutuhan komersil memang lebih menguntungkan.

"Kaya buat brand, online shop, ada brand yang rada besar gitu, event juga, sampai ada yang menawarkan bulanan gitu buat isi akun instagramnya. Yang menarik dari kaca mata rupiah memang komersil karena harganya kan lebih mahal dari brand, cuma yang menyenangkan ya bikin yang personal," kata Zarry. (erd/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed