Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Jan 2019 15:07 WIB

Kekayaan 26 Orang Terkaya Dunia Setara Harta 3,8 Miliar Orang Miskin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
Jakarta - Para miliarder di dunia hartanya tumbuh US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 36 triliun (pada kurs Rp 14.500) setiap hari. Sementara itu setengah dari populasi termiskin di dunia justru makin berkurang hartanya.

Miliarder, yang kini mencapai rekor dengan jumlah 2.208 orang, memiliki lebih banyak kekayaan daripada sebelumnya. Demikian laporan Oxfam International yang diterbitkan Senin (21/1/2019) seperti dikutip dari CNN. Sejak krisis keuangan global satu dekade lalu, jumlah miliarder tumbuh hampir dua kali lipat.

Studi tahunan itu dirilis menjelang Forum Ekonomi Dunia tahunan di Davos, Swiss, yang menyatukan beberapa orang terkaya dan paling berpengaruh di bumi. Laporan setebal 106 halaman itu dimaksudkan untuk memperlihatkan kesenjangan yang semakin besar antara orang kaya dan miskin di dunia.


Gabungan kekayaan 26 orang terkaya di dunia saja mencapai US$ 1,4 triliun atau setara dengan Rp 20.300 triliun tahun lalu. Jumlah tersebut sama dengan total harta 3,8 miliar orang termiskin di dunia.

Sebagian besar dari orang-orang tersebut adalah orang Amerika, menurut daftar miliarder Forbes yang digunakan oleh Oxfam. Nama-nama itu termasuk Jeff Bezos dari Amazon, Bill Gates dari Microsoft, Warren Buffett dari Berkshire Hathaway dan Mark Zuckerberg dari Facebook, yang secara kolektif bernilai US$ 357 miliar setara dengan Rp 5.176 triliun menurut Forbes.

Oxfam merekomendasikan bahwa negara-negara harus memajaki kekayaan pada tingkat yang lebih adil. Salah satunya dengan menaikkan tarif atas pendapatan pribadi dan pajak perusahaan dan menghilangkan penghindaran pajak oleh perusahaan dan orang-orang super kaya.


Hal tersebut dapat meningkatkan anggaran pemerintahan yang bisa digunakan untuk perawatan kesehatan universal gratis, pendidikan dan layanan publik lainnya. Hal tersebut juga bisa memastikan bahwa seluruh perempuan juga mendapatkan manfaat.

Negara pun dapat berinvestasi lebih banyak dalam layanan publik termasuk air, listrik, dan pengasuhan anak. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed