Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Jan 2019 19:38 WIB

Cerita Sri Mulyani Tekan Importir Ilegal Bareng Polri

Audrey Santoso - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang ikut membantu mengamankan penerimaan negara. Lewat kerja sama dengan Polri, Sri Mulyani mengaku telah menertibkan importir nakal yang bisa merugikan penerimaan negara.

"Saya terima kasih kepada Polri karena kerja sama kami dengan Polri membuahkan banyak sekali penerimaan negara. Contohnya penertiban importir beresiko tinggi," kata Sri Mulyani di Rapim Polri 2019, Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, impor yang diamankan itu berpotensi merugikan penerimaan karena memanipulasi data impor.

"Satu kontainer isinya bisa macam-macam dan tentu saja isinya yang tidak di-disclose, nilai pabeannya menjadi rendah sehingga penerimaan negara kita juga rendah dan juga mengancam industri dalam negeri kita," katanya.


Sampai saat ini, kata Sri Mulyani, jumlah importir ilegal sudah banyak berkurang. Hal itu tercermin dari penerimaan negara yang mengalami peningkatan.

"Sampai hari ini sudah 1,5 tahun importir yang sifatnya ilegal menurun, penerimaan kita dari cukai rokok meningkat. Rokok ilegal dari 12% jadi 7%. Penerimaan kita dari cukai miras juga meningkat, meskipun ini ada masalah policy-nya," kata Sri Mulyani.

"Penyelundupan bisa kita kurangi sehingga industri dalam negeri bisa terjaga. saya menganggap itu hasil yang bagus. Belum lagi kalau kita melakukan enforcement perpajakan," tuturnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com