Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 19:09 WIB

1.046 Penerbangan di Adisutjipto Dibatalkan Sepanjang Januari 2019

Ristu Hanafi - detikFinance
Foto: Ristu Hanafi Foto: Ristu Hanafi
Yogyakarta - Sebanyak 1.046 penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta cancel flight alias batal terbang selama bulan Januari 2019. Jumlah tersebut meningkat drastis jika dibandingkan tahun lalu. Kok bisa?

"Tahun 2019 ini yang fenomenanya saya belum tahu, terkait dengan adanya penurunan jumlah penumpang maupun airline di Adisutjipto. Secara riil kami memiliki data selama Januari 2019 mengalami penurunan penumpang cukup signifikan, 13% lebih, termasuk penerbangan cancel flight sebanyak 1.046 flight," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama kepada wartawan di kantornya, Kamis (7/2/2019).

Pandu mengungkapkan jumlah flight cancel itu meningkat jika dibandingkan Januari 2018 yang hanya sekitar 1%.

Pandu menduga banyaknya flight cancel pada Januari 2019 dipengaruhi berbagai faktor. Menurutnya, ada pendapat bahwa dibukanya jalur tol Trans Jawa berdampak calon penumpang transportasi udara memilih berganti memakai transportasi darat untuk menjajal tol tersebut.

"Apakah karena tol Trans Jawa, tapi saya rasa bukan alasan utama karena penumpang pesawat ada segmen sendiri. Transportasi ada segmen sendiri, terutama dari segi kecepatan transportasi yang tidak bisa dibandingkan dengan transportasi darat," urainya.



Pandu pun menyinggung beberapa contoh yang diduga sebagai pemicu flight cancel di Bandara Adisutjipto.

"Ini baru kemungkinan karena kami belum mendapatkan jawaban pasti atas fenomena ini. Kemungkinan karena adanya airline yang menerapkan kebijakan bagasi berbayar, mungkin iya sehingga penumpang yang merasa keberatan tidak jadi beli tiket pesawat, tapi (bagasi berbayar) bukan faktor dominan. Karena ada airline yang belum menerapkan kebijakan bagasi berbayar, jumlah penerbangan yang cancel ternyata lebih banyak dari airline yang bagasinya berbayar," sebutnya.

"Juga kondisi cuaca ekstrem karena Januari masuki puncak musim hujan, jika visibility pilot kurang dari 1.000 meter maka otoritas bandara close runway demi keselamatan penerbangan. Karena panjang landasan hanya 2.200 meter, cukup berisiko jika pilot memaksakan. Juga masa low season, banyak faktor," sambungnya.

Meski demikian, Pandu optimis kondisi tersebut akan mulai pulih bulan Februari ini. Karena di Yogyakarta ada event Jogja Heboh selama sebulan penuh.

"Jadi saya kira ini fenomena yang perlu disikapi bersama, tapi kami yakin bulan-bulan berikutnya jumlah penumpang kembali meningkat. Karena di Februari juga ada event Jogja Heboh, cukup membawa angin segar karena penumpang kembali naik, Februari-Maret kami rasa kembali normal," imbuhnya.

Operasional Bandara Adisutjipto dalam sehari melayani sekitar 180 flight dengan 10 maskapai yang melayani 15 rute domestik dan 2 rute internasional (Singapura dan Malaysia).

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Rio Hendarto Budi Santoso menambahkan, salah satu pemicu flight cancel juga bisa jadi karena kurangnya jumlah penumpang dalam satu jadwal terbang maskapai.

"Misalnya seperti ini, ada maskapai yang jadwal terbang pukul 07.00, penumpangnya hanya 10 orang. Lalu jam 09.00 ada jadwal terbang maskapai yang sama dengan 20 penumpang, mungkin ada kebijakan penumpang di jam 07.00 itu dialihkan ke maskapai jam 09.00 untuk keberangkatannya. Jadi maskapai yang jam 07.00 flight cancel," ujarnya.


(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com