Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Feb 2019 16:07 WIB

Prabowo Cicil Utang Pabrik Kertas dan Cerita Pernah Ditolak Bank

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Badan Komunikasi DPP Gerindra mengomentari pernyataan ketua umumnya yang sekaligus merupakan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai sebutan negara milik 'genderuwo'.

Apa maksud Prabowo berbicara seperti itu?

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade mengatakan pernyataan tersebut dilontarkan karena Prabowo kesulitan mendapatkan pinjaman uang dari bank. Salah satunya untuk melakukan bisnis.

"Saya nggak tahu persis detailnya, tapi yang jelas bisnis beliau kan banyak. Setahu saya, salah satunya untuk Kiani Kertas. Itu kan perusahaan dibeli dalam kondisi merugi, jadi utang-utangnya berusaha dilunasi Pak Prabowo supaya bisa berjalan," katanya, Kamis (7/2/2019).

Andre lantas menceritakan salah satu bisnis Prabowo yang menurutnya pernah ditolak saat meminta pinjaman kucuran modal dari bank. Perusahaan tersebut adalah PT Kiani Kertas yang dibeli Prabowo pada awal 2000-an.



Andre menjelaskan perusahaan itu dibeli Prabowo dalam keadaan merugi dan banyak utang maka menurutnya Prabowo butuh pinjaman untuk membantu membangun perusahaan itu. Namun, pinjaman tersebut kerap ditolak.

"Kan perlu ada modal kerja, dong. Nah, kalau nggak salah ya, itu mau minjam ke bank supaya Kiani tetap jalan. Tapi sampai sekarang sih yang saya tahu nggak pernah dapat pinjaman itu. Padahal jaminannya cukup, tapi nggak pernah di-approve," sebut dia.

Karena hal tersebut Andre pun ikut mengamini pernyataan Prabowo soal negara dimiliki genderuwo. Genderuwo maksudnya adalah sesuatu yang gaib di negara ini.

"Ya memang kan, padahal yang mau minjam jelas, jaminannya jelas, tapi nggak dikasih. Tapi ada yang tidak jelas, terus dikasih. Ini kan seperti genderuwo gitu ya, gaib," kata Andre.




Simak Juga 'Rahasia Prabowo Singkirkan Gugup':

[Gambas:Video 20detik]


Prabowo Cicil Utang Pabrik Kertas dan Cerita Pernah Ditolak Bank

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com