Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 23:25 WIB

RI & Negara Tetangga 'Rebutan' Jaring Investasi Masuk Unicorn

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat modal asing yang masuk ke Indonesia untuk startup di Indonesia termasuk unicorn mencapai US$ 2-2,5 miliar per tahun, namun Indonesia perlu waspada.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, saat ini sejumlah negara sedang berupaya mendorong pertumbuhan startup di negaranya.

"Yang harus kita waspadai yang dikatakan Pak Menkominfo tadi, jadi negara-negara tetangga, saingan, itu mulai melek, mulai all out, habis-habisan mendorong startup mereka," katanya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Mereka tentu saja juga membutuhkan modal asing. Ini membuat Indonesia harus bersaing dengan negara lain dalam membawa masuk investasi untuk startup.


"Mereka mendorong ekonomi digital mereka untuk bisa berlomba-lomba menarik modal yang sama. Jadi mungkin ancaman utama kalau arus modal ini dialihkan ke negara tetangga, atau negara saingan," paparnya.

Oleh karenanya, Indonesia harus bisa menjaga minat investor tetap mau menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kita harus dengan kooperatif, dengan regulasi kondusif, dengan sentuhan yang baik, pendekatan yang bersahabat, karena kalau nggak, negara tetangga sudah siap untuk ambil," tambahnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com