Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Feb 2019 18:57 WIB

Soal Uang WNI Rp 11.000 T, BPN: Maksud Pak Prabowo Mungkin Potensi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Prabowo Subianto (Dok Prabowo-Sandi Media Center) Foto: Prabowo Subianto (Dok Prabowo-Sandi Media Center)
Jakarta - Capres nomor 02 Prabowo Subianto menyebutkan bahwa ada Rp 11.000 Triliun uang warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno buka suara menjelaskan pernyataan itu.

Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan BPN, Harryadin Mahardika, menjelaskan maksud pernyataan Prabowo itu adalah potensi dana yang ada di luar negeri.

"Maksud Pak Prabowo itu mungkin potensinya ya, bukan riil sudah segitu, tapi memang potensinya ya bisa sebesar Rp 11.000 triliun itu," ungkap Harryadin kepada detikFinance, Rabu (27/2/2019)


Potensi tersebut menurut Haryadin dihitung dari jumlah devisa hingga hasil usaha Indonesia di luar negeri.

"Hitungannya adalah jumlah devisa maupun hasil ekspor maupun kekayaan hasil usaha dalam negeri yang disimpan di luar negeri. Dari situ potensinya ya," terang Harryadin.

Dia menambahkan soal uang WNI di luar negeri tersebut sudah beredar sejak lama.

"Iya intinya itu potensi saja. Kalau gak salah itu juga memang sudah disebut sejak zaman SBY ya," tegas Harryadin.


Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan 'Prabowo Menyapa' di Grand Pacific Hall Sleman, DI Yogyakarta. Dalam pidatonya Prabowo menyebut Indonesia dalam kondisi tak benar, Rp 11.000 triliun uang WNI berada di luar negeri.

Awalnya Prabowo menyebut rakyat kini sudah tak bisa dibohongi lagi. Menurutnya rakyat Indonesia telah mengetahui masalah yang dihadapi bangsa dan negara. Yakni aset berupa uang Warga Negara Indonesia justru ada di luar negeri.

"Saudara-saudara sekalian, saya melihat bahwa arah perkembangan negara kita menuju ke arah yang sangat mencemaskan bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap Prabowo, Rabu (27/2/2019).

"Saudara-saudara sekalian, inti masalah bagi bangsa kita adalah bahwa kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Republik Indonesia. Kekayaan kita mengalir ke luar negeri saudara-saudara sekalian," lanjut Ketum Partai Gerindra tersebut.


Menurut Prabowo, uang WNI yang tersimpan di luar negeri jumlahnya sangat besar. Menteri di kabinet kerja era Presiden Joko Widodo, disebut Prabowo juga mengakui bahwa kekayaan warga Indonesia justru banyak berada di luar negeri.

"Ini diakui oleh menteri-menteri dalam kabinet pemerintah ini. pemerintah yang sekarang berkuasa mengakui bahwa lebih banyak uang... Uang milik warga Negara Indonesia lebih banyak berada di luar daripada di Indonesia," tuturnya.

"Uang warga negara Indonesia di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank di seluruh bank di dalam negeri Rp 5.400 triliun. Berarti dua kali kekayaan Indonesia berada di luar Indonesia, tidak berada di negeri Indonesia," lanjutnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com