Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Mar 2019 18:51 WIB

Beri Kuliah Umum di Aceh, Menteri ATR Didemo soal Lahan

Datuk Haris Molana - detikFinance
Foto: Datuk Haris Molana Foto: Datuk Haris Molana
Lhokseumawe - Sejumlah massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat melakukan aksi demo usai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil berikan kuliah umum di GOR ACC Unimal, Lhokseumawe, Aceh. Mereka menuntut Menteri menyelesaikan 34 kasus konflik agraria yang terjadi di Aceh sampai sekarang.

Pantauan detikFinance, aksi mahasiswa tersebut dilakukan saat Sofyan Djalil hendak berangkat dari GOR Unimal selesai memberikan materi kuliah umumnya pada pukul 16.20WIB tadi. Tiba-tiba belasan mahasiswa merentangkan poster bertuliskan 'Tuntaskan sengketa lahan di bumie Aceh'. Mereka juga melakukan orasi namun Menteri enggan turun dan terus melanjutkan perjalanannya.

"Menurut data dari LBH Banda Aceh, ada 34 kasus konflik agraria tercatat di Aceh sejak tahun 2016. Konflik tersebut beragam dan belum diselesaikan," kata Penanggung Jawab Aksi, Rizqi Rahmatullah kepada wartawan, Jumat (01/03/2019).


Risqi menuturkan dari 34 kasus tersebut, 5 diantaranya sangat urgent dan harus segera diselesaikan. Salah satunya yakni konflik lahan perkampungan masyarakat Desa Sungai Iyu, Paya Rahat, Teuku Tinggi, Tanjung Lipat I dan Tanjung Lipat II, Aceh Tamiang yang berkonflik dengan perusahaan PT Rapala.

Termasuk penghapusan satu perkampungan Desa Perkebunan Sungai Iyu. Sebanyak 23 masyarakat desa setempat malah menjadi tersangka karena mempertahankan tanahnya dari klaim salah satu perusahaan di kawasan tersebut.

"Sofyan Djalil harusnya memiliki kewenangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebagai putra asli Aceh, harusnya beliau mempunyai utang moral dengan masyarakat Aceh untuk menuntaskan permasalahan itu semuanya," tambah Rizqi.

Rizqi mendesak agar Menteri secepatnya membentuk tim penyelesaian konflik agraria yang ada di Aceh. Terutama permasalahan penghentian kriminalisasi terhadap 23 orang warga Desa Perkebunan Sungai Iyu, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Aceh Tamiang atas laporan Rapala akibat memperjuangkan tempat tinggalnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com