Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Mar 2019 18:57 WIB

737 MAX Dilarang Terbang di Singapura, Luhut: Kenapa Kita Nggak Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: pool Foto: pool
Jakarta - Singapura melarang penerbangan Boeing 737 MAX. Pelarangan ini menyusul jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines.

Lantas, apa kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan?

"Kalau dia (Singapura) bisa melarang kenapa kita nggak bisa?" kata Luhut di Hotel Shangri La Jakarta, Selasa (12/3/2019).


Namun, dia mengatakan, pemerintah tak akan buru-buru ambil keputusan. Lantaran, hal itu menyangkut banyak pihak.

Sementara itu, Luhut menuturkan, akan melakukan pembahasan terkait Boeing besok. Pembahasan yang mulanya dijadwalkan hari ini batal.

"Boeing tadi kita saya pikir sudah temporary grounded dan besok kami membicarakan itu lagi. Tadi kita belum kita sempat bicara, sementara kita grounded dulu, besok kita akan bicara institusi terkait, dengan Pak Budi (Menteri Perhubungan) tadi sudah bicara," paparnya.



Dia mengatakan, pemerintah melarang sementara maskapai dalam negeri menggunakan pesawat. Untuk kebijakan selanjutnya, dia menunggu hasil inspeksi yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Nanti kita lihat, karena 11 yang akan dilakukan inspeksi, kita lihat nanti perkembangannya, kalau negara lain menemukan sesuatu, saya kira kita nggak mau ambil risiko pesawat kita crash lagi karena masalah desain atau apa," terangnya.

Mengutip Reuters, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura menyatakan mulai melarang sementara penerbangan Boeing 737 MAX pada hari ini, pukul 14.00 waktu setempat.

Dilarang terbangnya Boeing 737 MAX di Singapura akan berpengaruh terhadap penerbangan dari dan ke Singapura yang menggunakan jenis pesawat ini. Beberapa maskapai itu antara lain, SilkAir, China Southern Airlines, Garuda Indonesia, Shandong Airlines, dan Thai Lion Air. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com