Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 22:27 WIB

Diterpa Krisis, Warga Venezuela Ramai-ramai Rebutan Air di Sungai

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Reuters Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Sudah lima hari pemadaman listrik terjadi di Venezuela. Selain gelap gulita, pemadaman ini juga menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari.

Salah seorang warga Venezuela, Lilibeth Tejedor tak menyangka harus mengambil air dari sungai yang terhubung dengan pembuangan air ibu kota. Wanita berusia 28 tahun ini bersama dengan puluhan warga lain berbondong-bondong ke sungai Guaire sambil menenteng jeriken berkapasitas 15 liter.

Ada aroma tak sedap yang menguar di sekitar sungai tersebut. Namun air yang muncul dari pipa tampak lebih jernih, hal ini karena pemerintah daerah sempat mengucurkan air melalui saluran itu.


Tejedor menyebut, meskipun lebih bersih dibanding air di sungai namun tak bisa digunakan untuk memasak, air ini hanya bisa digunakan untuk menyiram toilet atau menggosok lantai.

"Saya belum pernah mengalami ini sebelumnya. Ini sangat mengerikan, mengerikan sekali," ujar Tejedor, dikutip dari Reuters, Sabtu (16/3/2019).

Setelah lima hari tanpa listrik, warga Venezuela mengeluhkan semakin jarang mandi, tak mencuci piring hingga kesulitan membersihkan toilet. Memang, Caracas membutuhkan 20.000 liter air per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibat sulitnya air ini, banyak warga yang khawatir tentang penyebaran penyakit.


Warga menilai pemerintahan Maduro justru membunuh warga secara pelan-pelan. "Mereka akan membunuh kami dengan cara membiarkan kami kehausan dan kelaparan," ujar warga bernama Gladyz Martinez.

Di sepanjang aliran sungai, remaja dan anak-anak membantu orang tua mereka untuk mengangkut air.

Air memang menjadi satu masalah krusial yang paling menyiksa warga Venezuela akibat pemadaman listrik yang dilakukan oleh pemerintahan Maduro. Hal ini juga sempat disebut sebagai sabotase karena banyak yang mengkritik Maduro tak mampu memimpin negara. Pemadaman listrik juga membuat kondisi negara makin buruk, kenaikan harga bahan pokok menyebabkan hiperinflasi. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com