Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Mar 2019 17:17 WIB

Defisit Anggaran Bengkak Jadi Rp 54,6 T

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: dok. detikFinance Foto: dok. detikFinance
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali merilis perkembangan APBN 2019. Hingga Februari 2019 tercatat defisit anggaran sebesar Rp 54,6 triliun atau 0,34% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Defisit kita 0,34% terhadap PDB dan kita sudah merelaisir rencana pembiayaan tahun ini yang cukup agresif," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, defisit anggaran tersebut lebih besar. Pada Februari 2018 defisit anggaran sebesar Rp 48,3 triliun atau 0,33% terhadap PDB.

Defisi anggaran pada Februari 2019 terjadi lantaran belanja negara mencapai Rp 271,8 triliun, sementara pendapatan negara sebesar Rp 217,1 triliun.

Pendapatan negara di Februari 2019 itu setara 10,03% dari target dalam APBN 2019 sebesar Rp 2.165,1 triliun. Meski begitu pendapatan negara itu baik dibandingkan Februari 2018 sebesar Rp 200,7 triliun.

Pendapatan negara itu berasal dari perpajakan sebesar Rp 177,24 triliun, PNBP Rp 39,91 triliun dan hibah Rp 62,7 miliar. Dengan demikian, masing-masing sudah mencapai 9,92%, 10,55%, dan 14,40% terhadap target yang ditetapkan pada APBN 2019.

Penerimaan perpajakan berasal dari pajak dan bea cukai yang masing-masing sebesar Rp160,84 triliun dan Rp16,39 triliun, atau 10,20% dan 7,85% dibandingkan target dalam APBN 2019.


Realisasi penerimaan pajak didukung oleh Penerimaan PPh non migas dari PPh 21, PPh 22 Impor, PPh 25/29 Badan, dan PPh Final, serta penerimaan PPN dari PPN impor. Sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai terutama didorong oleh penerimaan cukai yang tumbuh signifikan serta penerimaan bea masuk (BM) yang masih tumbuh seiring dengan masih tingginya aktivitas impor.

Sementara total belanja negara itu mencapai 11,04% dari target belanja dalam APBN 2019 sebesar Rp 2.461,1 triliun. Total belanja negara itu naik 9,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Belanja negara terbagi dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp 71,2 triliun atau 8,33% dari target yang mencapai Rp 866,4 triliun. Lalu realisasi belanja non K/L mencapai Rp 74,4 triliun atau 9,56% dari target.

Sedangkan transfer daerah dan dana desa mencapai Rp 126,1 triliun atau 15,26% dari target yang mencapai Rp 826,7 triliun.




Defisit Anggaran Bengkak Jadi Rp 54,6 T
(das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed