Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Mar 2019 11:48 WIB

Tarif Ojol Rp 3.000/Km Masih Masuk 'Kantong' Konsumen?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Jakarta - Pengemudi atau driver ojek online (ojol) keukeh mengusulkan tarif sebesar Rp 3.000/km dengan asumsi belum kena potongan 20% untuk aplikator. Dengan kata lain driver ojol menerima pendapatan bersih Rp 2.400/km. Lantas, bagaimana nasib konsumen dengan besaran tarif tersebut?

Wakil Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menilai tarif yang diusulkan oleh driver ojol masih bisa ditolerir oleh penggunanya.

"Ya sebenarnya range-nya antara Rp 2.400 sampai Rp 3.000/km masih reasonable (masuk akal)," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (20/3/2019).


Menurutnya tarif tersebut masih masuk akal jika asumsinya driver ojol menggunakan bahan bakar Pertamax yang saat ini harganya Rp 9.850/liter.

"Kalau hitungan teman-teman driver menghitung dengan (asumsi menggunakan) Pertamax, (tarif) Rp 3.000/km itu memang masuk akal," paparnya.

Namun pihaknya menekankan agar tarif ojol ini maksimal Rp 3.000. Jika lebih dari itu, konsumen yang akan terbebani dan ujung-ujungnya akan beralih ke moda transportasi lain.

"Tapi kalau lebih dari Rp 3.000, konsumen akan kabur, konsumen belum tentu akan menggunakan ojek online. Jadi harganya juga harus harga yang tadi, jadi kalau terlalu murah itu merugikan driver, tapi kalau terlalu tinggi, itu juga permintaannya bisa menurun," tambahnya.


Sementara itu, Kementerian Perhubungan saat ini masih mengkaji tarif ojol. Setidaknya ada dua usulan yang sedang dipertimbangkan Kemenhub.

Aplikator sendiri mengusulkan tarif Rp 2.000-Rp 2.100/km. Untuk nett-nya kemungkinan Rp 1.600/km. (dna/dna)
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed