Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Mar 2019 20:09 WIB

Round-Up 5 Berita Terpopuler

Ramyadjie Punya Mesin ATM, Sri Mulyani Benci Jalan Dibangun Ngaco

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Polisi beberapa hari lalu menangkap Ramyadjie Priambodo yang juga merupakan kerabat keluarga capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.
Ramyadjie ditangkap karena kasus skimming atau pembobolan ATM. Polisi menyita barang bukti satu unit mesin ATM di rumahnya.

Selain berita kerabat Prabowo itu, pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang benci kalau anggaran dipakai membangun jalan ngaco alias serampangan juga menjadi salah satu berita terpopuler detikFinance.

Berikut 5 berita terpopuler detikFinance sepanjang Rabu (20/3/2019):

Fakta di Balik Ramyadjie Punya Mesin ATM di Kamar yang Bikin Heboh

Ramyadjie Priambodo ditangkap karena kasus skimming atau pembobolan ATM. Polisi menyita barang bukti satu unit mesin ATM di rumahnya. Ternyata untuk memiliki mesin ATM bukan hal yang sulit. Pasalnya, mesin ATM juga dijual lewat toko online.

Misalnya di Alibaba.com, e-commerce terbesar asal China ini menjual mesin ATM bermerk Newswan. Mesin ini dibanderol dengan harga US$ 500 atau setara dengan Rp 7 juta (kurs Rp 14.000) sampai US$ 2000 setara dengan Rp 28 juta.

Untuk spesifikasinya, mesin ATM dibuat di Shanghai dengan sistem operasi Windows XP. Mesin ATM ini juga bisa menjalankan CCTV Contacless IC Card. CPU yang disematkan dalam mesin Intel dual-core 2.0G.

Selain mesin ATM baru, juga dijual mesin ATM refurbish atau mesin yang tidak memenuhi standar kualitas, kemudian dikembalikan ke pabrik dan diperbaiki sehingga dijual dengan harga yang lebih murah. Mesin ATM NCR 5887 ini dibanderol dengan harga US$ 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta.


Sri Mulyani: Saya Benci Anggaran Dipakai Bikin Jalan Ngaco!

Pemerintah saat ini telah mentransfer dana ke daerah sebesar Rp 826,8 triliun. Dengan komposisi Rp 756,8 triliun untuk dana daerah dan Rp 70 triliun untuk dana desa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan para pejabat daerah mulai dari gubernur sampai lurah bisa memegang amanah dalam mengelola anggaran.

Menurut dia, setiap anggaran yang dialokasikan harus memiliki kinerja yang baik.

"Saya sangat tidak suka jika ada alokasi anggaran yang masuk tapi tidak ada hasil, misalnya bikin jalan ngaco, tidak bisa buat program yang baik untuk rakyat, saya benci sekali itu," ujarnya.


Harga Sawit Anjlok, Jokowi Sarankan Ganti Tanam Durian

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyarankan kepada para petani agar memanfaatkan lahannya ditanam dengan komoditas yang memiliki potensi besar, salah satunya durian.

Hal tersebut diungkapkannya saat sedang berdialog Karolin, salah satu anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang berasal dari Kalimantan Barat.

Jokowi juga menceritakan bahwa kondisi pasar kelapa sawit di Indonesia ini masih dihadapkan oleh sejumlah persoalan, salah satunya penolakan dari Eropa. Oleh karenanya, Jokowi menyarankan para petani memanfaatkan lahannya untuk komoditas lain seperti durian.

"Apakah nggak ada komoditas lain yang masih memiliki pasar ke depan. Bisa ke durian. China minta Malaysia saja kurang-kurang. Durian kita ini ada semua," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


Top Banget! Setelah Naik Gaji, PNS Dapat THR dan Gaji ke-13

Pemerintah telah menaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat, daerah, TNI, Polisi, dan para pensiunannya sebesar 5%, Peraturan Pemerintah (PP) terkait keputusan itu sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu.

Setelah itu ada kabar menarik lainnya bagi para ASN. Pemerintah menegaskan bahwa PNS tahun ini akan kembali mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.

Prosesnya masih dalam persiapan pembuatan Peraturan Pemerintah (PP)-nya.


Menang Banyak, Gaji PNS Naik Mulai April 2019

Mulai April 2019, pemerintah akan membayarkan gaji pegawai negeri (PNS) dengan besaran yang baru. PNS pusat, daerah, TNI, Polisi, dan para pensiunan akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 5%.

Keputusan tersebut sudah tertuang dalam APBN Tahun Anggaran 2019 dan pembahasannya sudah disepakati antara pemerintah dengan dewan perwakilan rakyat (DPR).

Para abdi negara ini menang banyak karena pembayaran gaji di April juga akan membayar selisih kenaikan gaji yang terhitung mulai Januari-Maret 2019. (hns/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com