Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mar 2019 20:09 WIB

Round-Up 5 Berita Terpopuler

Tarif Ojol 5 Km Pertama Rp 10.000, Terowongan Dibangun Pakai Utang

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji tarif ojek online. Rencananya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengenakan tarif jarak maksimal 5 kilometer (km) sebesar Rp 10.000.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan aplikator maupun driver telah menerima rencana ini.

"Jadi jauh dekat di bawah 5 km Rp 10.000," ujar Budi

Selain soal tarif ojol, berita terpopuler lainnya adalah terowongan kereta api Notog di Jawa Tengah yang dibangun pakai utang. Berikut 5 berita terpopuler detikFinance sepanjang Jumat (22/3).


Tarif Ojol Terbit Senin, Jarak 5 Km Pertama Kena Tarif Rp 10.000

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) rencananya akan memberikan tarif sampai jarak tertentu atau disebut flag fall. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, tarifnya sekitar Rp 10.000 untuk 5 km. Artinya, konsumen membayar Rp 10.000 untuk jarak yang ditempuh maksimal 5 kilometer (km).

"Jadi jauh dekat di bawah 5 km Rp 10.000," ujarnya.

Dia mengatakan, baik aplikator maupun driver telah menerima rencana ini. Jika jaraknya lebih dari 5 km, maka konsumen akan membayar tarif per km yang saat ini sedang dibahas.


Terowongan Tembus Gunung yang Dibangun Pakai Utang ke Rakyat

Pemerintah memanfaatkan sejumlah instrumen keuangan untuk membangun infrastruktur. Salah satunya ialah menggunakan surat berharga syariah negara atau sukuk ritel.

Mengutip Instagram Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di @kemenkeuri, Jumat (22/3/2019), salah satu infrastruktur yang dibangun dengan sukuk ritel ialah Terowongan Notog Baru.

"Terowongan Notog baru adalah salah satu infrastruktur yang dibangun dari investasi temankeu (teman Kemenkeu) melalui Sukuk Ritel," tulis Instagram Kemenkeu.


Fakta di Balik Rencana Sandiaga Beli Saham Indosat

Membeli kembali (buyback) saham PT Indosat Tbk merupakan salah satu janji dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum terlaksana. Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno berjanji akan menuntaskan janji yang masih menggantung itu.

Jika terpilih jadi Wapres, Sandiaga mengaku akan melakukan komunikasi dengan Qatar soal rencana buyback Indosat. Upaya ini juga bagian strateginya yang diberi nama Big Push.

"Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi, akan kita usahakan," kata Sandiaga di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019).

Jika benar Sandi mau merealisasikan janji itu, muncul beberapa pertanyaan berapakah dana yang dibutuhkan untuk mengambil kembali Indosat dari tangan investor Qatar, layakkah Indosat dibeli kembali saat ini dan bersediakah Ooredoo menjualnya kembali?


Demi Penumpang, Garuda Batalkan Pesanan Boeing 737 Max 8

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membatalkan pesanan 49 Boeing 737 Max 8. Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan Garuda sudah berkirim surat ke Boeing untuk menyatakan pembatalan tersebut.

Pria yang disapa Ari Ashkara ini menilai salah satu alasan Garuda membatalkan pemesannya karena hilangnya kepercayaan penumpang untuk menggunakan Boeing 737 Max 8.


Pesanan Pesawatnya Dibatalkan Garuda, Bos Boeing Mau ke Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Boeing akan datang ke Indonesia untuk bertemu manajemen Garuda Indonesia. Boeing akan membahas soal keputusan Garuda membatalkan 49 pesanan Boeing 737 Max 8 (hns/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed