Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 14:08 WIB

Naik Ojol Rp 2.000/Km Atau Motor Sendiri, Lebih Enak Mana?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: 20Detik Foto: 20Detik
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Jakarta - Keputusan pemerintah yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan tarif ojek online (ojol) menuai berbagai respons dari masyarakat, ada yang pro ada, ada yang kontra.

Dari polling digelar detikFinance soal tarif ini, ada yang menyatakan kontra lantaran tarif tersebut dianggap mahal. Karena mahal, salah seorang pembaca menyebut lebih baik naik kendaraan pribadi dengan mengisi bahan bakar minyak (BBM) sendiri daripada naik ojol.

Lalu, lebih enak mana, isi bensin sendiri dibanding dengan naik ojol? Yuk simak simulasinya.

Simulasi yang dibuat ini untuk rentang jarak 10 km. Pertama, untuk pemakaian kendaraan pribadi atau motor.

Motor di sini yang digunakan ialah motor matic. Mengutip laman astra-honda, diketahui motor matic Vario 125 mengonsumsi 1 liter BBM untuk jarak 51,7 km atau dengan perhitungan kasar 50 km/liter. Dengan demikian, untuk 10 km-nya, motor tersebut mengonsumsi BBM 0,2 liter.


Sementara, harga BBM Pertamina di Jakarta saat ini ialah untuk Pertalite Rp 7.650 dan Pertamax Rp 9.850 per liter. Mengacu harga ini, maka biaya yang dikeluarkan untuk 10 km ialah Rp 1.530 untuk Pertalite, dengan perhitungan konsumsi 0,2 liter dikali harga Pertalite saat ini. Lalu, untuk Pertamaxnya ialah Rp 1.970.

Tentu, biaya yang dikeluarkan untuk 10 km ini sangat murah. Tapi jangan lupa, biaya itu belum menimbang tenaga untuk menyetir kendaraan. Apalagi, Jakarta dikenal sebagai wilayah yang macet.

Lalu, belum menimbang biaya perawatan kendaraan alias service, pajak kendaraan, hingga kejadian di luar dugaan seperti ban bocor dan lain sebagainya.

Beralih ke ojol. Pemerintah menetapkan tarif ojol untuk 4 km pertama di Jabodetabek sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Selanjutnya, berlaku tarif batas bawah Rp 2.000 per km dan batas atas sebesar Rp 2.500 per km.

Dengan begitu, penumpang akan membayarkan Rp 8.000 untuk 4 km pertama. Lalu, tarif itu ditambah 6 km selanjutnya dengan tarif untuk per km sebesar Rp 2.000. Jadi, biaya 6 km selanjutnya ialah Rp 12.000. Total, biaya untuk ojol sebesar Rp 20.000.

Tapi ingat, biaya batas bawah, batas atas dan biaya minimal yang merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi konsumen harus merogoh kocek lagi.



Kemenhub sendiri menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%. 20% dari Rp 20.000 adalah Rp 4.000 Sehingga, untuk biaya aplikasi saja sebesar Rp 4.000.

Dengan demikian, paling tidak uang yang dikeluarkan konsumen untuk 10 km sebesar Rp 24.000 dengan perhitungan Rp 20.000 ditambah Rp 4.000 jasa aplikator tadi.

Untuk diingat dikembali, hitungan di atas baru bersifat simulasi. Kondisi riilnya bisa saja berbeda dan berubah tergantung situasi dan kondisi. Semuanya dikembalikan ke masyarakat, pilih transportasi mana yang nyaman sesuai keinginan.


Simak Juga 'Grafis Pembagian Tarif Ojol Per Km':

[Gambas:Video 20detik]


Naik Ojol Rp 2.000/Km Atau Motor Sendiri, Lebih Enak Mana?
(zlf/zlf)
FOKUS BERITA Tarif Baru Ojek Online
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com