Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 12:17 WIB

Hawa 'Rujuk' As-China Makin Kuat Bikin Yuan Perkasa

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Nicolas Asfouri/Pool via REUTERS. Foto: Nicolas Asfouri/Pool via REUTERS.
Jakarta - Perundingan Amerika Serikat (AS) dengan China semakin mendekati kesepakatan. Hal itu memberi dorongan bagi mata uang China (yuan) saat ini. Yuan diprediksi akan menguat hingga tahun mendatang menurut hasil pemungutan suara dari Reuters.

Dikutip dari Reuters, Kamis (4/4/2019), pada tahun 2018 nilai yuan terhadap dolar AS merosot hingga 6%. Namun, para analis optimistis yuan akan naik sekitar 2,5% di tahun ini dan naik menjadi 7 per dollar di pertengahan tahun.

Kemarin, Rabu (3/4/2019) yuan naik menjadi 6,7. Sebelumnya, 60 ahli strategi valuta asing telah melakukan pemungutan suara selama seminggu terakhir yang memperkirakan yuan naik 0,6% dalam setahun atau 6,66 per dolar.


Hal tersebut menunjukkan peningkatan yang moderat dari perkiraan bulan lalu.

"Mundurnya Trump dari kenaikan tarif yang sebelumnya dalam perkiraan kami akan bertahan, membuat proyeksi kami akan dolar atau yuan harus lebih rendah," kata Cliff Tan, Kepala Peneliti Pasar Global Asia Timur di MUFG.

Pertemuan AS dengan China di Beijing dan yang terakhir di Washington menjadi perhatian para pengamat pasar.



Perubahan nilai dolar semakin mendorong yuan menjadi lebih kuat. Hal tersebut juga dapat membantu meningkatkan pasar mata uang di negara berkembang.

Namun, dalam suatu pemungutan suara baru yang dilakukan para analis, pembahasan yuan yang dapat meningkat menjadi 7 per dolar juga berpotensi lebih lemah dalam setahun mendatang. Hal tersebut dapat terjadi apabila ada perlambatan ekonomi dan longgarnya kebijakan. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed