Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Apr 2019 15:43 WIB

Ancaman Laut RI Belum Hilang Meski Kapal Asing Ditenggelamkan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kapal asing yang melakukan pencurian ikan alias illegal fishing marak ditenggelamkan. Penggunaan cantrang juga terus dikendalikan agar tidak merusak ekosistem laut agar jumlah ikan di perairan Indonesia meningkat tajam.

Meski demikian, bukan berarti ancaman pencurian ikan di RI sudah hilang.

"Suburnya laut kita ini 3 kali lipatnya 4 tahun ini. Sementara laut lainnya itu turun. Apakah ini tidak akan membuat mereka (kapal asing) untuk datang kembali? Pasti," tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Universitas Sahid, Jakarta, Selasa (9/4/2019).


Pengusaha perikanan asing pun memutar otak. salah satu modus yang dilakukan adalah dengan mengoperasikan kapal berbendera Indonesia.

Wajar saja mereka 'main kucing-kucingan' dengan petugas menggunakan modus tersebut. Karena Pemerintah telah memasukkan sektor perikanan dalam daftar negatif investasi yang artinya investor asing tak bisa masuk di sektor ini.


Meski demikian pemerintah, khususnya KKP, kata Susi, tak akan tinggal diam. Ia terus melacak pelaku pencurian ikan asing yang menggunakan kapal berbendera Indonesia.

"Hari ini saya sudah menyelidiki ada lebih 300 kapal ilegal yang operasi atas nama orang Indonesia tapi sebenarnya milik asing. Karena presiden sejak tahun 2016, selain tahun 2015 membentuk satgas 115 untuk menertibkan illegal fishing, juga memasukkan perikanan tangkap ini dalam negative list investasi. Artinya apa? Untuk asing ya, modal asing, perusahaan asing, kapal asing, nelayan asing tidak boleh lagi menangkap ikan di Indonesia," beber Susi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com