Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Apr 2019 16:38 WIB

Geger Duit Israel di Kasus Suap PUPR, Basuki: Kita Tunggu Hasilnya

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah tersandung kasus suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). KPK pun telah menyita total uang sekitar Rp 46 miliar yang diduga terkait kasus tersebut.

Duit-duit itu terdiri dari 14 mata uang yang salah satunya berasal dari Israel yaitu shekel baru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku saat ini hanya bersikap menunggu hasil dari tindak lanjut KPK. Meskipun secara internal pihaknya juga melakukan sesuatu.

"Itu kita tunggu dari mereka (KPK). Untuk internal saya ada action-nya, tapi itu saya tunggu dari KPK. Itu kan begitu terus, tapi saya tunggu hasilnya dari KPK," ujarnya di Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (9/4/2019).

Basuki menambahkan dari sisi internal Kementerian PUPR yang diwakili oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) akan berkoordinasi dengan pihak KPK. Intinya pihaknya akan kooperatif dengan KPK.


Terkait hal itu, Basuki mengaku ingin meninggalkan Kementerian PUPR sebagai instansi yang kredibel dan bisa dipercaya oleh masyarakat. Apalagi sebentar lagi pemerintahan Kabinet Kerja akan berakhir.

"Kalau jembatan, jalan itu kan biasa, tapi institusi yang kredibel yang bisa dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat itu yang ingin saya tinggalkan," ujarnya.

Sekadar informasi, dari total Rp 46 miliar yang disita KPK bentuknya dalam 14 mata uang asing. Duit itu disita dari 75 orang sejak perkara ini diusut hingga bulan Maret 2019.

Dalam proses penyitaan, KPK menyebut 69 orang di antara 75 orang itu mengembalikannya langsung ke KPK. Namun tidak dirinci identitas orang-orang itu.



Geger Duit Israel di Kasus Suap PUPR, Basuki: Kita Tunggu Hasilnya
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com