Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 16:29 WIB

BPN Bilang Pertumbuhan Ekonomi 5% Bikin Kemiskinan Sulit Hilang

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Dalam empat tahun terakhir ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh di kisaran 5%. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengkritik capaian tersebut. Pasalnya pertumbuhan ekonomi yang cuma mentok di 5 persenan tak cukup cepat mengentaskan kemiskinan.

"Kalau kita lihat 5% itu tidak cukup cepat untuk memberantas kemiskinan," kata Tim Ekonomi BPN Anthony Budiawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Dia juga menyinggung soal janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggenjot pertumbuhan ekonomi di kisaran 7%. Sayangnya target tersebut tak tercapai sesuai keinginan.

"Jadi bahwa sudah cukup senang bahwa Pak Jokowi mencanangkan 7% dan itu at least, tapi kalau kita lihat itu tidak tercapai. Ada beberapa masalah," ujarnya.


Menurutnya paket kebijakan ekonomi yang diterbitkan sejak 2015 tak ampuh menjadi stimulus dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kalau kita lihat paket kebijakan ekonomi 2015 sampai sekarang itu masih belum kelihatan positif terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.


Namun pemerintah selalu mengklaim capaian pertumbuhan ekonomi 5% sudah cukup baik.

"Pertumbuhan ekonomi kita stagnan di 5% dan 5% ini bisa kita bilang bagus, bagus. Pembelaan terhadap 5% itu mengatakan bahwa sudah cukup bagus kalau dibandingkan dengan yang lainnya," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed