Kementan Salurkan Bantuan Pertanian Rp 33 Miliar ke Takalar

Robi Setiawan - detikFinance
Jumat, 12 Apr 2019 16:36 WIB
Foto: Kementan
Takalar - Bupati Takalar, Syamsari Kitta menyebut bantuan pertanian pemerintah di Kabupaten Takalar mencapai puluhan miliar, baik dalam bentuk saluran irigasi, jalan usaha tani, alat mesin pertanian. Selain itu tahun lalu ada pula bantuan program Bekerja untuk 2.500 kepala keluarga miskin tani.

"Kita menantikan kedatangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah lama, karena banyak bantuan yang digelontorkan kepada petani Takalar beberapa tahun ini. Dan hari ini pun kembali beliau berikan bantuan Rp 33 miliar," kata Syamsari dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2019).

Hal tersebut dikemukakan Syamsari dalam sambutan acara Pertemuan Apresiasi dan Singkronisasi Program Kementerian Pertanian (Kementan) 2019, yang digelar di Alun-alun Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Syamsari menuturkan, bersama segenap bupati yang hadir, yakni Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, Gowa, dan Selayar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi, yang telah memberikan kebijakan dan keberpihakan untuk membantu petani. Tahun lalu dikucurkan dana desa Rp 134 miliar rata-rata untuk enam kabupaten, total bantuan hampir Rp 1 triliun.

"Bantuan semuanya dirasakan petani, jalan tani sudah tidak becek lagi. Ini bukti nyata Presiden Jokowi sangat memperhatikan petani," katanya.


Khusus Kabupaten Takalar yang mengusung program satu sapi satu kepala keluarga, lanjut Syamsari, pada 2018 telah bersinergi dengan APBD yang mana desa sudah memberikan 500 ekor sapi. Kemudian pada 2019 ini pengadaan sapi sebanyak 3.000 ekor.

"Kami mau menyampaikan harapan agar ada tambahan bantuan dari Kementerian Pertanian, sehingga program sapi ini selesai tahun depan. Kami yakin kehadiran Bapak Menteri Pertanian mendukung program ini," ujarnya.

Sementara itu, Amran mengatakan bantuan pertanian di era pemerintahan Jokowi-Jk sejak 2014 hingga 2019 untuk Sulawesi Selatan totalnya mencapai Rp 15,7 triliun.

Bantuan itu terdiri untuk Kabupaten Takalar Rp 375,3 miliar, Gowa Rp 780,2 miliar, Jeneponto Rp 455,7 miliar, Bantaeng Rp 249,8 miliar, Bulukumba Rp 509,3 miliar, Sinjai Rp 335,8 miliar, dan Kabupaten Selayar Rp 440,3 miliar.

"Bantuan hari ini untuk Takalar sebesar Rp 33 miliar, berupa ayam 165 ribu ekor, gratis kandang, vaksin dan pakan selama 6 bulan. Bibit kelapa 5.000 batang, kambing, sapi, benih sayuran, bibit mangga, benih padi, jagung, dan alat mesin pertanian. Bantuan ini diberikan Bapak Presiden Jokowi kepada petani. Bantuan kami bawa terbanyak sepanjang sejarah," beber Amran.

Khusus bantuan alat mesin pertanian, sambung Amran, total bantuan 2015 hingga 2018 untuk Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 25.410 unit, nilainya Rp 920,6 miliar. Di Takalar, bantuan alat mesin pertanian yang digelontorkan mencapai 1.986 unit, nilainya Rp 49 miliar.


"Dan di awal pemerintahan Jokowi-JK telah dialokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan tiga bendungan di Jeneponto, Sidrap, dan Luwu," terangnya.

Lebih lanjut Amran menegaskan pertanian Selawesi Selatan hingga saat ini semakin tumbuh dan petani mendapatkan harga yang tinggi.

Pasalnya ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan sudah langsung ke China dan Eropa, sehingga tidak lagi transit di Lampung dan Surabaya. Secara nasional, ekspor pertanian hingga saat ini melonjak 26%, nilainya Rp 1.700 triliun.

"Baru-baru ini kita ekspor dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar. Ke depan volume ekspor terus kita tingkatkan," tegasnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan karena Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng merupakan lumbung jagung, Kementan menargetkan untuk membangun pabrik pakan. Karenanya, Amran pun bangga kepada petani di daerah ini yang mengoptimalkan lahan tadah hujan hingga gunung untuk ditanami jagung.

"Ini berkat kebijakan yang tepat, sehingga membuat petani semangat tanam jagung. Mimpi besar kami karena di sini daerah jagung, kita bangun pabrik pakan. Perintah Bapak Presiden, harga jagung minimal Rp 3.150 per kilogram, sehingga petani dipastikan sejahtera," ujarnya.

"Hasilnya, dulu kita impor jagung 3,5 juta ton, nilainya Rp 10 triliun. Tapi hari kita sudah membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor. Kita sudah menyetop impor dari Amerika dan Argentina," tambah Amran.

Sebagai informasi pertemuan ini dihadiri lebih dari 30 ribu petani dan santri dari enam kabupaten, yakni Takalar, Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Selayar. (idr/hns)