Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 17:30 WIB

Grusa-grusu Kemenhub Resmikan Infrastruktur Transportasi

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Usman Hadi/detikcom Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta - Infrastruktur di sektor transportasi kerap mendapat kritik, mulai dari LRT Palembang, Bandara Kertajati, hingga Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut mengkritik.

Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menganggap pembangunan dan peresmian proyek transportasi memang terkesan grusa-grusu alias terburu-buru yang penting adalah kuantitas pembangunan.

"Ya itu yang tadi saya katakan masih mementingkan yang penting gua bisa bangun sebanyak-banyaknya gitu, yang penting (Kementerian) Perhubungan bisa bangun kereta sebanyak-banyaknya, bandara, pelabuhan sebanyak-banyaknya," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut dia sayang jika infrastruktur transportasi dibangun tapi pemanfaatannya tidak optimal. Padahal anggaran pembangunannya bisa digunakan ke hal yang lebih bermanfaat.

"Contoh kereta bandara yang di Soetta, contohnya sekarang saya dari bandara mau ke rumah, mau ke kantor, kan sudah ada kereta tapi saya malas naik kereta bandara, mendingan naik bus. Kenapa? karena repot dan tidak membuat seseorang itu ingin naik kereta," paparnya.

Dia juga mencontohkan LRT Palembang yang dulu dibangun demi menunjang Asian Games. Saat gelaran perhelatan olahraga tersebut memang LRT Palembang laris manis. Namun begitu Asian Games selesai kembali sepi.


"Ke sininya kan karena harga tiketnya relatif mahal, kemudian juga sekarang dengan mudahnya kita bisa mengakses transportasi online yang praktis. Ini kan menjadi pertimbangan tersendiri gimana nanti ke depan membangun LRT di daerah-daerah lain kan," jelasnya.

Begitu pula dengan Bandara Kertajati yang kini masih sepi. Itu disebabkan pembangunannya tak memerhatikan aspek-aspek di sekitarnya, misalnya kegiatan ekonomi, kawasan industri, hingga pariwisata.

"Sekarang sarana pengangkut ada tapi barang yang mau diangkut nggak ada. Jadi nggak optimal pemanfaatannya," paparnya.

Jadi, lanjut dia, pembangunan perlu direncanakan dengan matang. Perlu dilihat apa kebutuhan tiap-tiap daerah. Jangan malah yang dibangun sesuatu yang tidak dibutuhkan, sementara yang benar-benar dibutuhkan tidak dibangun.

"Jadi memang pembangunan infrastruktur di sektor transportasi ini bukan hanya sekedar membangun atau bukan sekedar mengejar target kuantitas ya," tambahnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com