Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Apr 2019 18:06 WIB

Penjelasan Lengkap Jack Ma soal Kerja 12 Jam Selama 6 Hari

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pekan lalu muncul diskusi hangat di sosial media mengenai '996' dan pendapat Jack Ma mengenai penerapan 996 di China.

Dalam konsep kerja 996, pada intinya pekerja di perusahaan milik Jack Ma diminta bekerja 12 jam sehari dari pukul 9 pagi hingga 9 malam setiap harinya dan 6 hari dalam sepekan.

Jack Ma pun menyampaikan pemikiran lengkapnya melalui akun Weibo miliknya yang diterjemahkan dan dikirim ulang dalam keterangan resmi pihak Alibaba yang diterima detikFinance, Senin (15/4/2019).


Berikut penjelasan lengkap Jack Ma:

Pendapat saya tentang topik "996" beberapa hari yang lalu telah menimbulkan kontroversi. Beberapa orang menyarankan saya untuk tidak terlibat dalam topik tersebut, karena bukanlah topik yang menyenangkan untuk dibahas dan menampilkan sisi buruk kapitalisme. Selain itu akan merusak citra diri saya sendiri.

Banyak netizen membalas tulisan saya, mengkritik hal-hal yang saya katakan. Saya punya beberapa pemikiran tentang itu. Menurut saya, kita memerlukan kebenaran dan kata-kata yang yang dapat memancing diskusi dan perenungan. Melihat generasi muda adalah melihat masa depan, namun ketika kita melihat masa depan kita seringkali berpura-pura tidak melihat apa yang ada di depan kita.

Melihat apa yang masyarakat hadapi di masa depan, kita tidak bisa mengabaikan perdebatan hangat seperti topik ini. Saya pikir ada diskusi penting yang bisa dilakukan. Tanda masyarakat rasional adalah bahwa kita menghargai diskusi yang rasional daripada menarik kesimpulan sepihak. Kita harus mampu menerima ucapan yang berat untuk kita terima. Selain itu, kita membutuhkan orang-orang yang berani mengutarakan kebenaran yang tidak menyenangkan. Saya tidak pernah takut dikritik. Jadi, saya akan menawarkan beberapa pemikiran tentang masalah ini.

Mengenai "996", sudah ada hukum terkait topik itu (di Tiongkok). Tapi itu bukan inti masalahnya. Poin utamanya adalah kita perlu memperhatikan pilihan kita dengan serius, apa tujuan hidup kita dan apa yang kita perjuangkan. Setelah Anda dapat berpikir jernih, Anda tidak akan terikat, atau memiliki penyesalan. Ketika Anda melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan hidup, maka "996" bukan lagi masalah. Jika Anda tidak menyukai atau merasa tidak bergairah dengan pekerjaan Anda, maka setiap menit akan terasa seperti siksaan. Mencari pekerjaan sama seperti mencari pasangan. Ketika menemukan cinta sejati, kita menjalaninya dengan bahagia. Tapi ketika bekerja untuk hal yang tidak kita suka, semenit saja bisa terasa seperti setahun.

Orang tidak suka bekerja di perusahaan yang mewajibkan "996." Itu hal yang tidak manusiawi, tidak sehat dan tidak berkelanjutan. Itu tidak dapat diterima untuk karyawan, keluarga mereka dan hukum. Hanya perusahaan bodoh yang akan berpikir mereka dapat menghasilkan keuntungan dan berhasil dengan menerapkan kebijakan 996. Saya pikir karyawan secara alami akan memilih untuk meninggalkan perusahaan yang menerapkan "996", karena tidak menawarkan masa depan, dan karena masih ada jutaan perusahaan di China yang dapat dipilih.

Memang, ada banyak orang yang menjalani "996," bahkan "007" (jam 12 sampai jam 12, tujuh hari seminggu) di dunia. Tidak hanya pengusaha, tetapi juga seniman, ilmuwan, atlet, pejabat, dan politisi paling sukses, bahkan bekerja lebih dari "996," karena mereka memiliki ketekunan yang luar biasa. Tetapi juga karena mereka memiliki cinta yang luar biasa untuk profesi pilihan mereka. Karena itu, mereka bersedia melakukan upaya luar biasa. Alhasil, mereka menuai kesuksesan luar biasa juga.

Yang penting adalah ketika Anda menemukan sesuatu yang Anda sukai, tidak hanya menerapkan "996", tapi Anda akan makan, tidur, dan memikirkannya. Mengapa mereka tidak melakukan hal lain yang membutuhkan upaya yang lebih sedikit? Itu bukan karena mereka tidak punya pilihan, tetapi karena mereka ingin melakukannya. Hal ini melebihi nilai dari uang. Tidak peduli seberapa santai atau lelah mereka, mereka merasa bahagia. Pada kenyataannya, banyak orang memilih melakoni "996" atau bahkan "997".

Ketika Anda melakukan apa yang Anda sukai, Anda merasa bahagia bahkan ketika Anda mengalami kelelahan atau menghadapi kesulitan. Faktanya adalah, tidak sedikit orang yang telah melakukan ini. Karena "996" atau "997" ini, Tiongkok mampu meraih berbagai pencapaian mengapa dunia mengagumi Tiongkok dan pencapaiannya dalam 40 tahun terakhir. Dan inilah mengapa kita memiliki misi luar angkasa Shenzhou V dan Shenzhou VI. Semua ini membangun kepercayaan diri kita untuk masa depan.

Setiap orang memiliki "titik kebahagiaan" sendiri. Orang-orang yang menganggap semua "pejuang" hanya bekerja untuk mengejar keuntungan, ketenaran dan kekayaan adalah orang-orang yang belum menemukan apa yang membuat mereka bahagia. Ada yang mengatakan "apa yang menyebabkan kelelahan bukanlah cinta, sebab apa yang Anda cintai tidak akan menyebabkan kelelahan."

Setiap orang memiliki definisi kebahagiaan dan kesuksesan yang berbeda. Banyak yang mengatakan mereka hanya pekerja paruh waktu, bekerja untuk menghidupi keluarga mereka. Tetapi Anda harus memiliki martabat bahkan jika itu hanya pekerjaan kecil. Tidak peduli Anda memiliki karier besar atau pekerjaan kecil, selama Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda adalah orang yang bermartabat dan memiliki harga diri.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, saya tidak membela "996." Saya salut pada semua pejuang (mereka yang bekerja keras). Setiap orang memiliki hak untuk memilih cara hidup mereka. Jika Anda lebih suka memiliki pekerjaan yang lebih santai dan Anda tidak ingin mengerahkan "upaya manusia super", itu juga boleh-boleh saja. Namun, Anda tidak akan merasakan kebahagiaan dan pencapaian yang berasal dari jenis usaha itu. Pada kenyataannya, memang ada orang-orang yang telah berusaha sangat keras namun tetap tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal. Kenyataan hidup seringkali menguji dan menyusahkan kita. Kerja keras memang tidak selalu menghasilkan kesuksesan, tetapi kesuksesan tidak akan pernah menjadi pilihan jika Anda tidak bekerja keras.

Perusahaan tidak boleh serta merta merasa harus mewajibkan karyawan mereka bekerja "996." Pemimpin perusahaan harus merenungkan, apakah kesuksesan saya sama dengan kesuksesan karyawan saya? Bagaimana saya membantu karyawan saya menemukan kebahagiaan mereka sendiri? Atau apakah saya hanya memaksa mereka untuk bekerja 996? Jika Anda berpikir karyawan Anda tidak memiliki mimpi dan aspirasi, mereka semua malas, maka Anda adalah akar masalahnya. Karena Anda memaksakan impian dan cita-cita Anda padanya, dan bukan sebaliknya.

"996" yang sebenarnya bukanlah sekedar bekerja lembur dan melakukan pekerjaan yang lebih berat secara fisik. Itu tidak terkait dengan eksploitasi. Karena pada zaman sekarang ini, orang tidak bodoh dan memiliki banyak pilihan. Saya merasa "996" yang sebenarnya harus dihabiskan untuk belajar, berpikir, dan menemukan cara untuk meningkatkan diri sendiri. Mereka yang bersikeras bekerja "996" adalah orang-orang yang tidak hanya menemukan hasrat dan kebahagiaan yang tidak terkait dengan uang, tetapi mereka menghabiskan waktu di luar periode 8 jam reguler untuk belajar, menjelajahi, dan merenung.

Saya sering bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya miliki? Apa yang saya inginkan? Dan apa yang mau saya berikan." Hidup ini tidak adil. Beberapa dilahirkan dengan kemudahan akses, beberapa dilahirkan dengan bakat untuk akademisi. Tetapi ada satu hal yang tetap tidak memihak dan adil - kita semua hanya memiliki 24 jam dalam sehari. Siapa kita ditentukan oleh bagaimana kita memilih untuk menghabiskan 24 jam tersebut. Upaya jangka panjang untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja dan keadilan dalam hal-hal kecil akan membuat hidup terasa sangat tidak adil. Namun ketidakadilan hidup bisa menjadi peluang!

Terakhir, saya ingin mengulangi spirit karyawan Alibaba: work happily, live seriously - bekerja dengan bahagia, hidup dengan serius. (dna/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Nalar, Mental, Psikologis Usai Kompetisi
Nalar, Mental, Psikologis Usai Kompetisi Selengkapnya