Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Apr 2019 11:31 WIB

Kata Lembaga Rating soal Jokowi Unggul Quick Count

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
1 Masih Butuh Reformasi Struktural
Halaman 2 dari 4
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Director Fitch Ratings Thomas Rookmaaker menjelaskan masih ada sejumlah ketidakpastian terkait rencana pemerintahan berikutnya. Para pelaku pasar dipastikan mengamati reformasi struktural yang dilakukan pemerintahan berikutnya.

Pasalnya ini akan mempengaruhi iklim investasi, mulai dari dana pendidikan, undang-undang ketenagakerjaan yang lebih fleksibel hingga pertanahan.

"Masih ada ketidakpastian dalam pemerintahan selanjutnya. Diperlukan reformasi untuk mempermudah iklim investasi," ujar Rookmaker dalam keterangan tertulis, Kamis (18/4/2019).

Di sisi lain Rookmaaker menjelaskan hasil hitung cepat pemilihan presiden (Pilpres) yang diungguli oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf menunjukkan kepercayaan diri pasar.

Pasalnya kebijakan ekonomi yang sudah dijalankan kemungkinan akan dilanjutkan. Memang dalam masa kepemimpinan Jokowi, pemerintahannya fokus pada stabilitas makro, pembangunan infrastruktur dan upaya meningkatkan rasio penerimaan pajak.

"Fokus kebijakan berkelanjutan pada stabilitas ekonomi makro itu sangat relevan," kata Rookmaker.

Pemerintah juga berhasil melakukan koordinasi yang baik dengan Bank Indonesia (BI). Dengan fokus menjaga kestabilan makro ekonomi, Fitch juga memberi rating BBB ke Indonesia pada Desember 2017.

(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com