Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 18:59 WIB

JK Yakin Gaji Pekerja Kawasan Berikat Cilincing di Atas UMR

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna/detik.com Foto: Grandyos Zafna/detik.com
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku yakin bahwa gaji pekerja di kawasan berikat atau industri di Cilincing, Jakarta Utara berada di atas Upah Minimum Regional (UMR). Tahun 2019 ini, upah minimum provinsi (UMP) DKI ditetapkan sebesar Rp 3.940.973, naik 8,03 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut JK, kawasan industri merupakan bagian yang penting dan mesti dijaga. Maka dari itu, baik pemerintah daerah maupun pusat mesti bekerjasama menjaga industri tersebut, salah satu caranya dengan memberikan kesejahteraan pada para pekerja.

"Kita semua, apakah itu penjabat daerah gubernur, walikota dan juga masyarakat pada umumnya dan direksi harus menjaga sebaik-baiknya kelangsungan daripada kawasan ini, dan sekaligus memberikan layanan yang terbaik kepada terusan perusahaannya bekerja di kawasan. Karena sekarang ini masyarakat kita tentu di samping membutuhkan pekerjaan membutuhkan pendapatan yang tinggi," ungkap dia di acara PT KBN (Persero), Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/4/2019).


"Saya yakin di sini gaji atau pendapatan daripada pekerja tentu setidaknya atau melebihi daripada UMR karena itu perlu dijaga sebaik-baiknya kelangsungan dan juga menjaga apa yang mungkin terjadi kepada kawasan ini," sambung dia.

Lebih lanjut, JK menekankan bahwa kawasan industri seperti di Cilincing ini dapat meningkatkan investasi. Dengan begitu, pertumbuhan suatu negara juga ikut terdampak positif.


Ia memberi contoh, biaya ongkos industri akan jauh lebih murah. Sebab, dengan adanya kawasan berikat akan lebih memudahkan semua operasional sehingga biaya lebih terjangkau dengan begitu akan membuat investor lebih tertarik berinvestasi.

"Untuk mengembangkan investasi khususnya industri tentu membutuhkan kawasan dan kenapa kawasan itu penting karena suatu industri negara-negara seperti kita perlu sinergi dan perlu adanya kawasan yang sling melengkapi," jelasnya.

"Tanpa kawasan yang baik yang sinergi dan saling melengkapi maka akan memakan ongkosnya mahal bagi industri tersebut karena itulah maka upaya ini sangat penting," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com