Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 27 Apr 2019 16:55 WIB

Masalah Upah Buruh yang Bikin Said Iqbal Sowan ke Jokowi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Presiden Jokowi menerima sejumlah pimpinan organisasi serikat buruh di Istana Bogor. (Noval-detikcom) Foto: Presiden Jokowi menerima sejumlah pimpinan organisasi serikat buruh di Istana Bogor. (Noval-detikcom)
Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) alasan pemerintah arus merevisi aturan pengupahan.

Said Iqbal mengatakan, alasan pertama adalah hak berunding serikat pekerja hilang dalam pembahasan kenaikan gaji buruh. Menurut Said Iqbal, Presiden Jokowi pun menyetujui adanya revisi aturan pengupahan.

"Presiden Jokowi setuju PP Nomor 78 direvisi," kata Said Iqbal saat dihubungi detikFinance, Sabtu (27/4/2019).


Aturan pengupahan yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tantang Pengupahan.

Mengenai masukan yang kedua, kata Said Iqbal adalah mencabut formula kenaikan upah minimum dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Lalu di ganti dengan formula survei pasar yang kemudian di rundingkan dalam dewan pengupahan.

Masukan yang ketiga adalah memberlakukan upah minimum sektoral secara menyeluruh dan menindak tegas perusahaan yang tidak membayar upah minimum.

"Prinsipnya presiden setuju adanya revisi PP Nomor 78. Sedangkan detail isi pasal yang direvisi akan dibahas lebih lanjut," ujar dia.



Tonton juga video Jokowi Terima Presiden Serikat Buruh di Bogor, Sepakat May Day Damai:

[Gambas:Video 20detik]


Masalah Upah Buruh yang Bikin Said Iqbal Sowan ke Jokowi
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com