Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Apr 2019 13:07 WIB

Diberi 'Gelar' Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani: Itu Ngeledek

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Erwin Dariyanto/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat dijuluki oleh Menteri Pencetak Utang oleh Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Sri Mulyani menganggap itu sebuah ejekan.

Menurut dia, tidak ada penghargaan seperti itu dan dirinya pun mempertanyakan apakah diperbolehkan memberikan penghargaan seperti itu.

"Memang boleh memberikan gelar seperti itu, itu bukan gelar, itu ngeledek tapi kalau gelar saya dapat banyak yang lain," kata Sri Mulyani saat Blak-blakan dengan detikcom, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Meski diledek seperti itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku tidak marah dan menganggap hal itu dengan biasa saja. Sebab, dirinya mengetahui apa yang sudah dikerjakan sebagai menteri keuangan.


"Kalau mengenai posisi orang bekerja di dunia ini pasti ada yang senang ada yang tidak, tapi ya sudahlah tidak usah dibawa masuk ke hati," ujar dia.

Dia pun menjawab segala bentuk persepsi negatif tersebut dengan beberapa penghargaan yang berasal dari banyak lembaga, bahkan diakui oleh dunia.

"Tapi yang paling penting sebagai menteri keuangan di dunia ini kan ada 192 negara ya kita banding-bandingin saja," tegas dia.


"Di dunia ini kan ada 192 negara ya kita banding-bandingin saja, kan kalau misalnya liga premier bandingin saja dengan club sepak bola liga premier. Kalau saya liga menteri keuangan ya saya lihat diantara menteri keuangan, dia melakukan apa saya melakukan apa, bagaimana kondisi ekonominya, bagaimana kondisi APBN," sambungnya.

Menurut Sri Mulyani, di saat banyak pejabat negara di negara lain yang tidak ingin transparan. Justru dirinya sudah memulainya, bisa dilihat dari aksi pemerintah menerbitkan angka utang pemerintah setiap bulannya dari tahun ke tahun.

"Itu yang menyebabkan Indonesia atau saya mendapat apresiasi," ungkap dia.

Beberapa waktu lalu Prabowo Subianto mengkritik keras pemerintah soal utang. Menurut Prabowo, utang pemerintah saat ini menumpuk terus.

Bahkan, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019). (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com