Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Mei 2019 14:48 WIB

Kuba Krisis Pangan, Jatah Makanan Warganya Dibatasi

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Kuba mengumumkan akan melakukan penjatahan pendistribusian makanan dan produk pembersih dasar. Hal itu merupakan dampak dari pengenaan sanksi dari Amerika Serikat (AS), serta imbas dari krisis ekonomi yang melanda negara sekutu terdekatnya Venezuela.

Negara komunis itu akan menerapkan pengaturan batasan pembelian mulai dari ayam, telur, sosis, dan produk kebersihan. Hal itu diumumkan di situs web milik pemerintah Cubadebate Jumat. Demikian dilansir CNN, Senin (13/5/2019).

Sebelumnya, selama berminggu-minggu, warga Kuba mengeluhkan rak-rak di toko-toko yang kosong. Terjadi pertengkaran di pasar yang dikelola pemerintah ketika ayam dan barang-barang lainnya tidak tersedia.


Pemerintah Kuba menyalahkan sikap keras pemerintah AS yang dipimpin Donald Trump yang menyebabkan kondisi tersebut khususnya terhadap Venezuela. Pasokan minyak yang berasal dari Venezuela ke Kuba pun telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir karena pemerintah Maduro diberikan sanksi oleh AS yang membuat ekonominya berantakan.

Pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru pada April kemarin terhadap Kuba, Venezuela dan Nikaragua. Bagian dari sanksi termasuk penegakan ketentuan embargo perdagangan yang sudah berlangsung puluhan tahun di Kuba yang memungkinkan warga AS untuk mengajukan tuntutan hukum di pengadilan federal AS.



Kebijakan Trump adalah yang pertama menegakkan ketentuan sejak penciptaan undang-undang pada tahun 1996. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengumumkan ketentuan tersebut akan berlaku 2 Mei. Tuntutan hukum pertama diajukan pada hari yang sama. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed