Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Mei 2019 12:15 WIB

Kemendes Ingin Potensi Desa Tertinggal Dipromosikan via Digital

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom) Foto: (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom)
Lombok - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebut potensi desa-desa di daerah tertinggal cukup besar, baik pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, termasuk pada sektor pariwisata.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, mengungkapkan berdasarkan data Potensi Desa 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 3.576 objek wisata di daerah tertinggal atau sekitar 19,35% dari total objek wisata perdesaan di Indonesia.

"Destinasi-destinasi yang terdiri dari destinasi alam, budaya, minat khusus, dan buatan ini siap berpotensi besar untuk dikembangkan," kata Samsul dalam Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, dalam keterangannya, Kamis (16/5/2019).

Workshop tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah Pemprov NTB terkait dan para penggiat pariwisata. Mereka berdiskusi mengenai pengembangan pariwisata di daerah tertinggal secara digital.


Samsul menjelaskan bahwa upaya percepatan pembangunan pariwisata di daerah tertinggal perlu dilakukan secara inovatif. Saat ini perkembangan digital di Indonesia menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan. Apalagi, penetrasi digital di Indonesia juga telah memasuki wilayah perdesaan, termasuk yang berstatus daerah tertinggal.

"Tahun 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan bahwa seluruh desa di pelosok Indonesia sudah akan menikmati jaringan internet. Hal ini perlu dimanfaatkan termasuk dalam pengembangan pariwisata di daerah tertinggal," katanya.

Lebih lanjut, Samsul mengatakan bahwa platform digital pada sektor pariwisata dapat dimanfaatkan untuk promosi destinasi pariwisata di daerah tertinggal dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat menjangkau wisatawan global yang terus meningkat.

"Dengan berkolaborasi bersama para pegiat startup pariwisata, promosi pariwisata di daerah tertinggal dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien," katanya.


Terkait daerah Lombok, Samsul menyampaikan bahwa Lombok menjadi salah satu lokasi pilot project pengembangan pariwisata secara digital. Oleh karena itu, Dirjen PDT Kemendes Berkolaborasi dengan Caventer Indonesia dan GOERS secara bertahap melakukan pengembangan pada destinasi pariwisata di Lombok.

GOERS dan Caventer Indonesia akan membantu dengan membuatkan paket pariwisata Lombok yang akan dipasarkan secara digital serta membangun cashless payment system pada setiap destinasi.

"Penerapan paket pariwisata secara digital diharapkan dapat menarik sebanyak mungkin wisatawan ke destinasi-destinasi terkait. Sedangkan penerapan cashless payment system diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan destinasi menjadi lebih baik ke depannya, terutama pada manajemen keuangan ataupun data mining yang selama ini menjadi kelemahan pada sebagian besar destinasi di Lombok dan Daerah Tertinggal lainnya," katanya.


Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed