CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Mei 2019 14:05 WIB

Cerita Pramugari Naik Pesawat Pribadi Bertarif Rp 1,7 Miliar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: (Hawker Pacific) Foto: (Hawker Pacific)
Jakarta - Bagi segelintir orang yang memiliki harta berlimpah, pesawat jet mewah adalah transportasi favorit ketika harus berpergian jauh. Tak peduli harganya, mereka tetap mau membayarnya.

Kimberley Benton adalah seorang pramugari VIP yang sudah bertahun-tahun bekerja. Dia kini bekerja sebagai freelance pramugari untuk penerbangan dan berbagai operator lain yang menyediakan penerbangan pribadi.

Tapi sebelumnya, Benton bekerja pada Four Seasons yang menyediakan jet pribadi mewah. Perusahaan penerbangan yang berbasis di Toronto itu menyewakan Boeing 757 yang berkapasitas 52 penumpang.


Penerbangan itu adalah penerbangan tur untuk 9 tujuan penerbangan selama 24 hari. Untuk satu penumpang dikenakan tarif US$ 119.000 atau setara Rp 1,7 miliar (kurs Rp 14.400). Itu termasuk biaya perjalanan, makanan dan akomodasi.

"Ini adalah jet pribadi yang mengedepankan pengalaman. Karena para tamu berada di pesawat ini untuk tur bisa selama 4 hingga 5 minggu di pesawat," kata Benton dilansir dari CNN, Kamis (16/5/2019).

"Kebanyakan tamunya adalah tamu yang sudah langganan. Terkadang mereka juga meminta kru pesawat yang sama," tambahnya.

Namun ketika dia pindah dari Four Seasons, kini dia bekerja lebih di jet pribadi yang lebih eksklusif. Dia sering bekerja sendirian dan harus mengatur semuanya sendiri.


Sementara pramugari VIP lainnya, Mary Kalymnou mengaku sering mendapatkan permintaan makanan yang aneh dari penumpang. Pernah dia diminta untuk menyediakan sup sirip ikan hiu dan makanan itu diminta secara dadakan.

"Itu adalah tantangan yang sulit karena makanan itu dilarang di Inggris dan hanya bisa didapat dati pemasok yang bersertifikat dan restoran yang mendapat izin dari pemerintah," ujarnya.

"Karena saya memiliki koneksi di Inggris, saya berhasil mendapatkan makanan itu beberapa menit sebelum penumpang tiba," tambah Kalymnou.

Ironisnya, ketika dengan perjuangan yang membuatnya stres untuk mendapatkan makanan itu, tiba-tiba tamu itu memutuskan untuk makan burger yang telah dia beli dalam perjalan menuju bandara.

"Ini adalah salah satu contoh dari kehidupan kami sehari-hari sebagai pramugari VIP. Kami berusaha untuk melakukan yang terbaik, Bahkan jika itu tidak diperlukan," ucapnya. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed