Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Mei 2019 22:01 WIB

Sri Mulyani Beberkan Tanda-tanda Ekonomi Turun

Danang Sugianto - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta - Penerimaan perpajakan hingga April 2019 mencapai Rp 436,4 triliun. Angka itu setara dengan 24,4% terhadap target dalam APBN 2019 Rp 1.786,4 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi yang sama di 2018 penerimaan perpajakan naik 4,7% dari Rp 416,7 triliun. Namun pertumbuhan saat itu jauh lebih tinggi yakni 11,1%.

"Berarti terjadi penurunan signifikan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).


Untuk penerimaan pajak hingga April 2019 mencapai Rp 387 triliun. Secara nominal hanya tumbuh 1% dari April 2018 sebesar Rp 383,1 triliun, namun dari sisi akumulasi terhadap APBN hanya 24,5%, lebih rendah di posisi April 2018 sebesar 26,9%.

"Ini ada tanda-tanda penurunan perekonomian yang terlihat dari sisi penurunan penerimaan pajaknya," tambahnya.

Jika dilihat secara rinci penerimaan PPh migas April 2019 sebesar Rp 22,2 triliun lebih tinggi dari April 2018 Rp 21,1 triliun. Namun jika dilihat capaian terhadap APBN turun drastis dari 55,3% di April 2018 menjadi 33,5%.

Dari sisi PPh non migas porsinya terhadap target APBN juga turun dari 26,1% menjadi 24,1%. Total PPh non migas di April 2019 sebesar Rp 364,8 triliun.

Sri Mulyani justru mengkhawatirkan pajak pertambahan nilai (PPN). Pada April 2019 penerimaan PPN sebesar Rp 129,9 triliun atau turun 4,3% dari posisi April 2018 Rp 135,8 triliun.

"Yang perlu diwaspadai adalah PPN ada penurunan 4,3%. Ini akibat kita membuat kebijakan untuk restitusi yang dipercepat. Ya PPN kita mengalami tekanan karena kita memberikan pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha. Tapi bukan berarti kondisi ekonominya terkontraksi karena masih tumbuh 5%," ujarnya.


Selain itu, Sri Mulyani juga mewaspadai penurunan pertumbuhan pajak penghasilan (PPh) badan. Pada Januari-April 2019 PPh badan sebesar Rp 94,9 triliun atau tumbuh 4,9% dari posisi yang sama di tahun sebelumnya. Tapi pertumbuhan PPh badan di April 2018 sebesar 23,6%.

"Laba perusahaan Tbk hanya tumbuh 7,12% di 2018. kalau Laba mereka 2017 perusahaan ini tumbuh 22,7%. Ini yang menunjukkan korporasi kita tidak menikmati laba sekuat sebelumnya. Ini menyebabkan PPh badan mengalami penurunan pertumbuhan," ujarnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed