Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Mei 2019 15:53 WIB

Nasib Perang Dagang China-AS Kian Buram

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
London - Kesepakatan antara kedua negara besar China dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri ketegangan dagang rasanya semakin sulit. Pasalnya AS seperti 'mencari keributan' dengan memutuskan sejumlah kerja sama dengan produsen telekomunikasi terbesar asal Cina, Huawei.

Direktur Proyek Bisnis dan Ekonomi Politik Cina, Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, Scott Kennedy menjelaskan hal ini bisa merusak kesepakatan yang sebelumnya sudah dilakukan. "Ini berpotensi untuk mengganggu ekonomi secara keseluruhan," ujar Kennedy dikutip dari CNN Business, Senin (20/5/2019).

Dia mengatakan, pemerintah AS memiliki dugaan jika alat-alat yang digunakan Huawei mengancam keamanan nasional, AS merasa takut dimata-matai.



Puncak dari ketegangan ini terjadi ketika Presiden Donald Trump menandatangani surat perintah untuk perusahaan-perusahaan AS yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk membatasi penggunaan alat-alat yang berasal dari Cina. Ia memang membidik Huawei sebagai penyedia layanan telekomunikasi yang saat ini sedang mengembangkan teknologi 5G.

Pemerintahan Trump juga memasukkan Huawei ke dalam daftar perusahaan yang bisa merusak kepentingan dan keamanan AS.

Kepala Geoteknologi Konsultan Eurasia Group, Paul Triolo menjelaskan hal ini akan menimbulkan ketegangan yang lebih serius. "Cina melihat ini sebagai ajakan musuh yang lebih terbuka dan menjadi provokasi yang besar," ujar dia. Memang antara Cina dan AS sudah memberlakukan tarif impor di dalam kedua negara.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed