Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 21 Mei 2019 10:03 WIB

Jokowi Menang Pilpres 2019, Ekonomi RI Bisa Lebih Moncer?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pasangan Joko Widodo - Maruf Amin sebagai pemenang pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Bagaimana dampaknya ke depan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B Hirawan menjelaskan hasil pilpres tak serta merta membuat ekonomi Indonesia ke depan akan lebih moncer alias lebih baik. Dia bilang hasil pilpres tidak akan berpengaruh banyak terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

"Siapapun yang keluar sebagai pemenang dalam pilpres ini tidak akan signifikan mempengaruhi dinamika perekonomian nasional ke depan," kata Fajar saat dihubungi detikFinance, Selasa (21/5/2019).

Menurut dia, karena kepemimpinan masih dipegang oleh Jokowi, ada keuntungan keberlanjutan program atau kebijakan ekonomi yang telah dijalankan sebelumnya.

"Ini penting karena ketika bicara program atau kebijakan ekonomi harus berkelanjutan, karena secara umum hasilnya cenderung baru terlihat jangka menengah panjang dari 5 tahun sampai 10 tahun," ujar dia.



Dia menjelaskan, di tahun pertama yakni periode 2014-2019 fokus pembangunan adalah infrastruktur dan pemerataan. Kemudian di lima tahun kedua yakni 2019-2024, menurutnya Jokowi bisa lebih fokus pada pembangunan atau penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Jadi terlihat bahwa kebijakan atau program ekonomi yang dijalankan berorientasi jangka menengah hingga jangka panjang," katanya.

Sekedar informasi, KPU mengumumkan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com