Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 22 Mei 2019 12:18 WIB

Kritik Pedas Buwas untuk Mendag: Yang Pintar Siapa, Bodoh Siapa?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menjelaskan impor bawang putih yang ditugaskan kepada dirinya telah dibatalkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Ia pun menyebut menyentil Enggar.

Menurut Buwas pada dasarnya keputusan rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution merupakan keputusan yang mesti dipatuhi. Sehingga tak bisa secara sepihak dibatalkan.

Kalaupun dibatalkan, keputusan itu harus dilakukan melalui rapat yang juga dipimpin oleh Darmin.

"Ada perintah dengan rakortas di bawah menteri koordinator Pak Darmin, diputuskan Bulog diberikan kewenangan untuk impor 100 ribu ton untuk antisipasi sekarang. Kita sudah siap tapi ada pembatalan oleh Mendag, Pak Enggar tiba-tiba nggak boleh, padahal kan gak boleh gitu," ungkap dia dalam Blak-blakan detikcom di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (21/5/2019).


Ia menjelaskan, Enggar tak sepatutnya melakukan hal itu. Sebab, menurutnya menteri merupakan pelayan presiden yang mesti mengikuti semua perintah. Maka dari itu, ia menilai Enggar tak cocok menjadi menteri.

"Kan Mendag ini seolah-olah kewenangannya di Mendag. Padahal ini negara ini dan Mendag nggak boleh melebihi kewenangannya. Mendag itu bukan presiden, dia menteri, pembantu presiden dan dia bekerja untuk masyarakat dan negara Indonesia. Kecuali kalau dia bukan orang Indonesia, nggak bisa berpikir negara ya nggak bisa jadi menteri," tegas dia.

Buwas juga menyebut, wacana impor bawang putih untuk menekan harga yang tinggi belakangan ini. Namun, Mendag bersikukuh untuk tidak mengimpor. Buwas tidak tahu apa alasannya.

"Saya nggak tahu ini berpikir yang mana, yang pintar siapa, yang bodoh siapa? Tapi yang jelas bawang putih tinggi bahkan sampai Rp 80 ribu per kilogram, ini menyumbang inflasi tinggi dan berakhir kena ke negara. Ini kan Pak Presiden berusaha untuk mengantisipasi itu tetapi satu sisi ada pembantunya yang nggak bener, kalau gitu nggak usah jadi pembantu presiden kalau nggak bener," tuturnya.

Hanya saja, saat ini ia mengungkapkan permasalahan bawang putih ini telah diatasi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menyiapkan 130 ribu ton bawang putih. Sehingga saat ini harga sudah tidak lagi bergejolak.


"Akhirnya Pak Mentan yang mengambil alih, bahkan Pak Mentan menyiapkan stok 130 ribu ton saya denger datang masuk ke Indonesia, saya nggak tahu dari mana dan itu untuk intervensi pasar. Saya pikir selesai, nggak ada alasan bawang putih naik," jelas dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com