Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 18:18 WIB

Ubah Limbah Sawit Jadi Duit, RI Belajar dari Jepang

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agus Setyadi/detikcom Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta - Pemerintah mendapat tawaran teknologi dari Jepang untuk mengubah limbah kebun kelapa sawit menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Lewat teknologi Jepang, limbah tersebut bisa diubah menjadi omega 3 yang baik bagi tubuh.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pun hari ini menggelar pertemuan dengan perwakilan dari pihak Jepang menjajaki tawaran tersebut. Darmin pun bakal mempelajari lebih lanjut.

"Gini, memang kita tentu perlu melihat persisnya gimana, tapi cuma kalau dari segi konsepnya memang menarik. Artinya bayangkan limbah diolah menjadi duit. Artinya menjadi DHA, menjadi omega 3," kata Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Pihak Jepang bahkan mengklaim omega 3 yang dihasilkan dari teknologi pengubah limbah itu lebih bagus dibanding omega 3 pada ikan salmon.


"Tapi kita tetap perlu pelajari dengan lebih baik karena kalau secara konsep sih bagus sekali, tapi kan kadang-kadang yang bagus itu kita harus hati-hati," ujarnya.

Saat ini, limbah dari kebun kelapa sawit di Indonesia paling jauh baru diolah menjadi pupuk. Meski tak ingat angkanya, Darmin menyebut limbah kebun kelapa sawit cukup banyak. Tentu tawaran dari Jepang menjadi sangat menarik.

Terlebih, menurutnya investasi tersebut tidak mahal. Dia enggan menyebutkan angkanya, hanya saja nilainya diperkirakan tak mencapai jutaan hingga ratusan juta dolar. Investasinya bakal bersumber dari pihak Jepang.


"Iya dong kita urusin, sesuatu yang kan bagaimana caranya membuat sampah jadi uang kan, bagaimana, masa kita nggak coba? Kalau soal apa jangan takut kita coba ya," ujarnya.

Nantinya hasil limbah yang diolah menjadi omega 3 bisa digunakan untuk kebutuhan industri farmasi dan makanan. Sisanya bisa diimpor. Menurut Darmin ini bakal menarik bagi industri sehingga bersedia memanfaatkan teknologi ini.

"Sebenarnya kalau nanti dicoba terbukti ya jangankan mereka (Jepang), orang Indonesia juga pasti mau. Kamu pikir konglomerat kelapa sawit nggak kaya kaya? kaya kaya," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com