Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 03 Jun 2019 12:30 WIB

Harga Tiket Pesawat Mahal, Jokowi Usul Maskapai Asing Ikut Kompetisi

Matius Alfons - detikFinance
Foto: Ilustrasi pesawat (iStock) Foto: Ilustrasi pesawat (iStock)
Sumenep - Mahalnya tiket pesawat sudah lama menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Apalagi menjelang Lebaran tahun ini, yang sempat dihebohkan harga tiket kelas bisnis yang mencapai Rp 21 juta.

Mahalnya tiket pesawat khususnya penerbangan domestik disebut karena kurangnya kompetisi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pemberian kesempatan terhadap maskapai asing pun sesuai saran Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Beberapa hari lalu pak presiden beri saran bahwa berilah kemungkinan satu kompetisi yang lebih baik, kompetisi bisa terjadi apabila penerbangan asing ikut dalam ini," kata Budi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, Senin (3/6/2019).

Meski saran Kepala Negara untuk melibatkan maskapai asing bersaing demi menekan mahalnya harga tiket pesawat, Budi Karya mengaku akan mengkajinya terlebih dahulu.

"Oleh karenanya kita akan pelajari dan asasnya untuk diperhatikan," ujar dia.

Budi mengungkapkan, tidak bisa menurunkan harga tiket pesawat begitu saja. Sebagai Menteri Perhubungan dirinya hanya bisa mengatur harga melalui tarif batas atas dan batas bawah.

"Ya harga tiket terjadi beberapa yang kurang bisa ditolerir, saya selaku menteri bukan yang memiliki kewenangan untuk mengatur tiket ya, kami hanya tentukan batas atas batas bawah," ungkap dia. (hek/hek)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com