Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 23:15 WIB

Bongkar Duopoli Biang Kerok Tiket Pesawat Mahal, KPPU: Setelah Lebaran

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom
Jakarta - Maskapai dituding melakukan praktik duopoli, yaitu penguasaan pasar oleh dua perusahaan sehingga bisa menentukan harga. Dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air dianggap melakukan praktik tersebut.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun mulai bekerja mengungkap dugaan praktik duopoli yang dianggap sebagai pemicu mahalnya harga tiket pesawat.

"KPPU masih terus mendalami kasus ini. Mudah-mudahan segera setelah Lebaran akan semakin terang duduk perkaranya," ujar Ketua KPPU Kurnia Toha kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (7/6/2019).


Penilaian KPPU tentang duopoli sejalan dengan penilaian Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang menyatakan praktik duopoli terjadi pada industri penerbangan tanah air.

"Kami setuju memang terdapat duopoli dalam maskapai penerbangan domestik," tutur Kurnia.

Menurut Kurnia praktik duopoli ini ditandai dominasi bisnis penerbangan oleh dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Karena memang hanya terdapat dua group usaha yaitu Garuda group dan Lion group," terang Kurnia.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com