Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 14:22 WIB

Jokowi Usul Maskapai Asing Masuk RI, KPPU: Harga Tiket akan Murah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom Foto: Herdi Alif Al Hikam detikcom
Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji peluang maskapai asing ikut menggarap bisnis penerbangan domestik. Langkah ini diambil agar pemain di bisnis penerbangan Indonesia lebih banyak sehingga terjadi kompetisi yang ujungnya bisa memangkas harga tiket pesawat.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, setuju dengan rencana pemerintah tersebut.

"Jadi gini dengan hanya dua pengusaha tentu tanpa mereka kerja sama pun akan ada koordinasi secara independen sehingga itu tidak akan tercipta persaingan secara sehat, sangat sulit," kata Kurnia ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (10/6/2019).


Selain itu kehadiran pemain baru di industri penerbangan, menurut Kurnia, akan menciptakan persaingan sehat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Salah satunya harga tiket pesawat bisa lebih murah.

"Kalau ada persaingan kemungkinan besar harga akan lebih murah. Kalau ada persaingan, dengan itu maka pelaku usaha kan berusaha merebut konsumen. Bagaimana caranya? Bisa dengan harga yang lebih murah. Selain itu mungkin servis lebih bagus, atau inovasi," terang Kurnia.

Meski mendukung saran memasukkan maskapai asing ke dalam industri penerbangan, Kurnia Toha menegaskan maskapai lokal tetap harus menjadi mayoritas.

"Apakah dalam negeri maupun luar negeri, itu kebijakan pemerintah. Kalau ditanya dalam negeri, ya pasti kita ingin maskapai dalam negeri yang harusnya lebih banyak," kata Kurnia

Usulan memasukkan maskapai asing ke Indonesia bergulir setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan membuka kesempatan maskapai asing bisa masuk Indonesia.


Senada dengan Jokowi, Budi Karya memandang saran tersebut cukup bagus. Pasalnya, dengan bertambahnya pemain maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

"Saran presiden untuk maskapai asing, itu saran yang baik karena bukan asingnya, tetapi kompetisinya. Kompetisi itu kalau ada, maka ada keseimbangan baru demand and supply. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit, demand banyak, harga tinggi," ungkap dia di kediamannya, Jakarta, Rabu (5/6/2019). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed