Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 15:10 WIB

Anies: Pasokan Pangan di Jakarta Aman, Harga Mayoritas Turun

Arief Ikhsanudin - detikFinance
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Foto: Farih Maulana/detikcom Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Foto: Farih Maulana/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pasokan bahan pangan ke Jakarta aman sehingga harga turun. Oleh sebab itu, menurut Anies, pasokan bahan pangan ke rumah tangga di Jakarta pasca Lebaran aman

"Alhamdullilah sejauh ini semua pasokan kebutuhan pokok pangan di Jakarta itu aman, karena aman itulah harga-harga mayoritas turun. Kenapa turun? Karena pasokannya terjamin, suplainya cukup, dengan kondisi itu, maka Insyaallah rumah tangga di Jakarta aman untuk hari-hari pasca Lebaran ini. Bahkan, selama Lebaran kemarin pun, harga terkendali," ucap Anies kepada wartawan, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (10/6/2019).

Anies menjelaskan Pemprov DKI Jakarta membagi tugas antara Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) dengan beberapa BUMD. Pembagian tugas itu untuk mengefektifkan penyediaan dan pengendalian harga pangan.


Sementara itu, BUMD berfokus pada penyediaan stok pangan di pasar, sehingga tidak ada kelangkaan komoditas yang bisa menaikkan naik.

"SKPD merumuskan kebutuhan, mereka yang mengukur beberapa kebutuhan pangan di Jakarta. Info ini didapat lengkap. Kemudian, saya menugaskan 3 BUMD, Tjipinang Food Station, kemudian Pasar Jaya, dan Dharma Jaya. Mereka yang memastikan (tersedia) suplai," kata Anies

Anies menambahkan harga pangan di Jakarta bisa mempengaruhi harga pangan di daerah lain. Jika Jakarta stabil, harga nasional pun stabil.

"Begitu harga pangan di Jakarta stabil, maka efek nasionalnya besar. Apalagi, kita tahu bahwa 18 persen dari GDP itu disumbangkan oleh Jakarta. Jadi bila Jakarta stabil, Insyaallah nasionalnya stabil," ujar Anies.


Sebelumnya, detikFinance mengecek harga cabai merah keriting di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan masih dijual tinggi, yakni Rp 80.000 per kilogram (kg) setelah Lebaran.

Salah satu pedagang, Emilia mengatakan pada dasarnya harga cabai tersebut normalnya dijual Rp 25.000 per kg. Kenaikan telah terjadi secara bertahap dari bulan puasa.

"Keriting naik, modalnya besar. Sekarang dijual Rp 80.000-Rp 70.000-an per kg. Normalnya itu Rp 25.000 padahal," jelas Emilia, Sabtu (8/6).

Selain bumbu dapur tersebut, ternyata harga tomat hingga wortel di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan juga mengalami kenaikan.


Salah satu pedagang, Lanjar mengatakan harga tomat baru naik menjadi Rp 24.000 per kg. Padahal harga tomat biasanya dijual Rp 12.000 per kg. Ia juga mengaku harga beli tomat di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai Rp 20.000 per kg.

"Tomat ini mantap, baru tadi malam naik, modalnya Rp 20.000 di pasar Induk Kramat Jati. Di sini jualnya Rp 24.000 padahal, biasanya Rp 12.000," jelasnya, Sabtu (8/6).

Selain itu, untuk wortel dijual mencapai Rp 18.000 per kg. Angka ini meningkat dari biasanya Rp 12.000 per kg.

"Wortel naik Rp 14.000 modalnya. Kalau jualnya Rp 16.000 sampai Rp 18.000 per kg," jelas dia. (aik/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed